
Yogyakarta, kabarterdepan.com – Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menyampaikan bahwa selama periode libur lebaran, praktik pembuangan sampah di sembarang tempat masih ditemui di beberapa lokasi.
Dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang dilaksanakan di ruang Yudhistira, Balai Kota Yogyakarta, Selasa (8/4/2025) dirinya menyebut praktik tersebut ditemukan di 27 Kelurahan.
Sementara untuk Tempat Penampungan Sementara (TPS) berjumlah 31 titik, 15 diantaranya telah bersih dari tumpukan sampah
Ia menyampaikan telah menargetkan 45 depo dan TPS bersih dari sampah pada minggu depan. Sementara untuk minggu ini pihaknya berfokus untuk membersihkan depo-depo kecil.
“Paling lambat tanggal 11 April 2025, seluruh depo dan TPS harus sudah bersih,” tegas Hasto di hadapan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
Hasto juga menambahkan Pemkot Yogyakarta akan melakukan pengelolaan sampah secara real time atau sampah harian mulai minggu depan.
Langkah ini sekaligus menjadi tolok ukur kemampuan pemerintah dalam menangani sampah secara berkelanjutan.
“Setiap incinerator kita cek kesiapannya, dengan kapasitas 235 ton. Sisa sampah akan kita bawa ke Bawuran. Saya yakin pengelolaan sampah bisa diatasi dengan maksimal,” ungkapnya.
Selain itu perlu adanya perubahan sikap dari masyarakat agar tetap menjaga lingkungannya menjadi fokus yang perlu ditingkatkan.
Upaya dalam memberikan fasilitas kepada warga juga telah dilakukan. Dengan adanya peng gerobak yang ada di kampung dinilai sudah layak untuk melayani warga.
“Sekarang tercatat sudah ada 1.13p transporter berbasis wilayah kelurahan yang melayani 50.225 kartu keluarga di seluruh Kota Yogyakarta,” katanya.
“Kami sudah memfasilitasi dengan jumlah penggerobak yang tersedia saat ini sudah cukup untuk melayani warga. Selain itu, tercatat ada 1.130 transporter berbasis wilayah kelurahan yang melayani 50.225 Kartu Keluarga di seluruh Kota Yogyakarta,” jelas Hasto.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta Octo Noor Arafat menyampaikan bahwa terdapat penambahan posko darurat sampah menjadi 27 titik.
Antisipasi dilakukan agar jera dan tidak lagi membuang sampah secara sembunyi-sembunyi. Pihaknya sejauh ini melakukan sosialisasi terkait larangan pembuangan sampah sembarangan.
“Untuk saat ini kami masih melakukan sosialisasi, namun dalam waktu dekat kami akan mempertegas pelarangan pembuangan sampah sembarangan dengan memaksimalkan fungsi posko darurat,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono, menyebutkan bahwa selama masa libur Lebaran terjadi lonjakan volume sampah hingga 20 persen.
Namun, per tanggal 7 April 2025, sebagian besar TPS disebut Agus sudah dalam kondisi kosong. “TPS Sagan, Pasar Sore, Depokan Kotagede sudah dibongkar,”katanyam
“Kami memiliki target seluruh TPS akan ditutup secara permanen hingga akhir April. Nantinya, pengelolaan sampah akan sepenuhnya berbasis depo,” katanya. (Hadid Husaini)
