Bukan Daerah Penghasil, Wali Kota Mojokerto Pastikan Ketersediaan Bapok Aman

Avatar of Lintang
114229be3f150cf3c7bba4ee866ed253
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat memastikan ketersediaan beras di bulog Mojokerto. (Kominfo Kota Mojokerto)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto terus berkomitmen menjaga ketahanan pangan bagi warganya. Meski bukan daerah penghasil pangan pokok seperti beras dan jagung, keterbatasan bukan menjadi alasan untuk abai terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan bahwa dengan luas lahan pertanian yang terbatas hanya sekitar 368,93 hektare, berbagai upaya strategi terus dilakukan demi memastikan ketersediaan, keterjangkauan, dan kelancaran distribusi pangan di wilayah kota kecil ini.

“Kota Mojokerto memang bukan daerah penghasil pangan pokok, tapi kami tidak tinggal diam. Ketahanan pangan tetap menjadi prioritas utama demi menjamin kesejahteraan warga,” tegas wali kota.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah mewujudkan kerja sama dengan Bulog serta daerah-daerah penghasil pangan seperti Pemkot Batu, Pemkab Madiun, Pemkab Mojokerto, Pemkab Malang, Pemkab Jombang, dan Pemkab Nganjuk.

Guna memastikan pasokan tetap aman Pemkot Mojokerto juga rutin menggelar operasi pasar sebagai bentuk intervensi harga saat terjadi gejolak di pasaran.

Tak hanya itu, upaya menjaga keterjangkauan harga juga dilakukan dengan memberikan subsidi berupa ongkos kirim distribusi pangan. Kebijakan ini diambil agar biaya distribusi tidak membebani harga jual, sehingga masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang wajar.

“Kami ingin memastikan tidak ada warga yang kesulitan mendapatkan bahan pangan karena alasan harga atau distribusi. Semua harus terjamin, baik dari segi ketersediaan maupun keterjangkauan,” imbuh wali kota yang akrab disapa Ning Ita ini.

Langkah-langkah tersebut menjadi bukti keseriusan Pemkot Mojokerto dalam menjaga stabilitas pangan, meski di tengah keterbatasan lahan pertanian.

Melalui kolaborasi lintas daerah dan lembaga, Kota Mojokerto terus bergerak mewujudkan kota yang tangguh dalam urusan ketahanan pangan.

Selain itu, Pemkot Mojokerto juga memberikan bantuan kepada petani berupa benih padi, pupuk non subsidi, dan bantuan obat-obatan pertanian setiap tahun untuk meningkatkan produksi dan produktivitas. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page