Strategi Kolaboratif, Kunci Ketahanan Pangan Kota Mojokerto di Tengah Keterbatasan Lahan

Avatar of Redaksi
IMG 20250408 WA0023
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari. (Kominfo Kota Mojokerto / Kabarterdepan.com)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Di tengah tantangan keterbatasan lahan pertanian, Pemerintah Kota Mojokerto menunjukkan bahwa kolaborasi lintas daerah bisa menjadi solusi konkret dalam menjaga ketahanan pangan.

Meski hanya memiliki sekitar 368,93 hektare lahan pertanian dan bukan merupakan sentra produksi pangan pokok seperti beras atau jagung, kota ini tetap mampu memastikan warganya tidak kekurangan pasokan bahan pangan.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk menyerah.

“Kami sadar keterbatasan kami, tapi kami juga tahu kekuatan kami terletak pada kolaborasi. Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Sebagai bentuk implementasi strategi tersebut, Pemkot Mojokerto menggandeng sejumlah daerah penghasil pangan seperti Kota Batu, Kabupaten Madiun, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, Jombang, hingga Nganjuk. Tak hanya itu, kerja sama dengan Bulog juga menjadi andalan dalam menjamin kelancaran distribusi dan kestabilan harga di pasaran.

Untuk menghadapi lonjakan harga atau gejolak pasar, Pemkot rutin menggelar operasi pasar. Selain itu, subsidi ongkos kirim bahan pangan juga diberikan agar harga jual tetap bisa dijangkau masyarakat.

Langkah-langkah ini menunjukkan pendekatan aktif dan adaptif dari Pemkot Mojokerto, yang tak hanya fokus pada produksi, tetapi juga distribusi dan aksesibilitas pangan.

“Kami ingin setiap warga Kota Mojokerto memiliki akses yang mudah terhadap bahan pangan, baik dari segi ketersediaan maupun harga,” imbuh wali kota yang akrab disapa Ning Ita.

Tak berhenti di situ, Pemkot juga tetap mendukung para petani lokal dengan bantuan tahunan berupa benih padi, pupuk nonsubsidi, serta obat-obatan pertanian guna meningkatkan produktivitas pertanian yang ada.

Kota Mojokerto adalah bukti bahwa kota kecil pun bisa tangguh dalam urusan pangan, asal ada komitmen dan kolaborasi yang kuat. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page