Pemuda Jembrana Lanjutkan Seni Jegog, Pemprov Bali Siap Back Up

Avatar of Redaksi

 

IMG 20250408 WA0001
Kesenian Jegog khas Kabupaten Jembrana, Bali. (Foto: Bewish Bali)

Denpasar, kabarterdepan.com – Masa depan seni musik Jegog, yang alat musiknya terbuat dari bilah-bilah bambu raksas dan satu-satunya terdapat di kabupaten Jembrana, Bali, tampak cerah seiring dengan munculnya semangat regenerasi di kalangan generasi muda.

Komitmen untuk melestarikan warisan budaya yang unik ini semakin kuat dengan terbentuknya Yayasan Jegog Pering Agung, yang secara aktif merangkul anak-anak hingga remaja untuk menjadi penerus para seniman senior.

Inisiatif penting ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Bali, yang menyadari pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlangsungan seni tradisi unik ini.

Ketua Koordinator Paguyuban Sekeha Jegog Pering Agung, Putu Bobi Agus Darma, menjelaskan bahwa transformasi paguyuban menjadi yayasan bertujuan untuk lebih fokus pada pembinaan dan pengembangan potensi generasi muda dalam seni Jegog.

“Saat ini, yayasan kami menaungi sekitar 114 anggota yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari siswa SMP, SMA, hingga para pemuda yang tergabung dalam sekeha Jegog dewasa,” ujarnya.

Langkah ini dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk memastikan bahwa keahlian dan kecintaan terhadap Jegog terus diwariskan.

“Kami sangat antusias melihat semangat anak-anak muda Jembrana untuk belajar dan mencintai Jegog. Kami siap membentuk tim kesenian dari generasi muda ini dan berharap dapat diberikan kesempatan untuk tampil dalam berbagai event yang diselenggarakan oleh Pemprov Bali,” imbuh Putu Bobi.

Harapan untuk memberikan panggung yang lebih luas bagi Jegog, termasuk menjadikannya agenda rutin dalam kalender pariwisata Bali dan dilibatkan dalam acara seperti Pesta Kesenian Bali (PKB), juga disampaikan oleh Putu Bobi dalam audiensi dengan Gubernur Bali Wayan Koster dan Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster di Jayasabha, Denpasar, Senin (7/7/2025).

Gubernur Koster menyambut baik inisiatif regenerasi ini. Ia menegaskan bahwa pembinaan generasi muda adalah kunci utama dalam melestarikan seni Jegog.

“Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh, termasuk memfasilitasi ruang tampil agar Jegog dapat terus hidup dan berkembang,” katanya.

Dukungan serupa juga disampaikan oleh Ny. Putri Suastini Koster, yang menekankan pentingnya transfer ilmu dan pengalaman dari para seniman senior kepada generasi muda agar ciri khas dan keaslian Jegog tetap terjaga.

Sebagai langkah konkret dalam mendukung regenerasi ini, Yayasan Jegog Pering Agung tengah merancang Festival Jegog Gubernur Cup yang rencananya akan digelar pada bulan September mendatang.

Fokus utama dari festival ini adalah penampilan dari para seniman muda dan anak-anak.

“Diharapkan, acara ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kebolehan, tetapi juga menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mendalami dan mencintai seni musik Jegog, memastikan warisan budaya ini terus berdetak di masa depan,” pungkas Putu Bobi. (WIJ)

Responsive Images

You cannot copy content of this page