
Denpasar, kabarterdepan.com – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar menata lingkungan permukiman membuahkan hasil.
Luas kawasan kumuh di ibu kota Provinsi Bali ini berhasil ditekan drastis, menyisakan sekitar 18 hektar yang ditargetkan tuntas ditangani pada akhir tahun 2025.
Keberhasilan ini tidak lepas dari inovasi Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimta) Kota Denpasar melalui program “Siap Selem” (Sistem Informasi Penataan Pelemahan Berbasis Semeton Lembaga Adat). Program ini memanfaatkan teknologi informasi serta melibatkan peran aktif desa adat dan desa dinas.
Kepala Dinas Perkimta Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja, menjelaskan bahwa “Siap Selem” berfungsi sebagai sistem peringatan dini.
“Sebagai inovasi pengendalian dan penataan kawasan kumuh di Kota Denpasar berbasis teknologi informasi (IT), “Siap Selem” melibatkan desa adat dan desa dinas sebagai sistem peringatan dini (early warning) terhadap indikasi munculnya kawasan kumuh,” ujarnya baru-baru ini di Denpasar.
Sejak diluncurkan pada tahun 2023, program ini terbukti efektif. Data menunjukkan, kawasan kumuh yang awalnya tercatat seluas 50 hektar, kini berhasil dikurangi secara masif.
Sisa kawasan kumuh seluas sekitar 18 hektar saat ini tersebar di beberapa titik, yakni 17,6 hektar di kawasan Jalan Karya Makmur, Ubung Kaja, dan 1 hektar di Pemecutan Kaja.
Cipta Sudewa optimistis sisa kawasan kumuh tersebut dapat ditangani sesuai target.
“Kami optimistis, dengan kerja sama yang solid antara pemerintah, desa adat, desa dinas, serta masyarakat, kawasan kumuh di Jalan Karya Makmur dan Pemecutan Kaja dapat sepenuhnya dituntaskan pada akhir tahun 2025,” pungkasnya. (WIJ/Dps)
