
Life Style, Kabarterdepan.com – Setelah sebulan penuh menjalani ibadah Ramadan dengan intensitas tinggi, banyak individu merasakan penurunan semangat spiritual atau suasana hati yang dikenal sebagai Post-Ramadan Blues.
Fenomena ini mirip dengan Post-Holiday Blues yang terjadi setelah periode liburan lainnya, di mana seseorang mengalami perasaan hampa, sedih, atau kehilangan motivasi setelah kembalinya rutinitas sehari-hari.
Penyebab Post-Ramadan Blues
Selama Ramadan, umat Muslim meningkatkan aktivitas ibadah seperti puasa, salat malam, membaca Al-Qur’an, dan sedekah. Kegiatan ini memberikan rasa kedekatan spiritual yang mendalam.
Namun, setelah Ramadan berakhir, kembali ke rutinitas biasa tanpa intensitas ibadah yang sama dapat menimbulkan perasaan kehilangan atau penurunan semangat.
Perasaan ini diperparah oleh perubahan pola tidur dan makan yang drastis selama Ramadan yang memerlukan penyesuaian kembali setelahnya.
Gejala Post-Ramadan Blues
– Perasaan sedih atau hampa
– Kehilangan motivasi
– Kesulitan kembali ke rutinitas harian
– Rasa rindu terhadap suasana Ramadan
– Gangguan tidur
– Kelelahan
Cara Mengatasi Post-Ramadan Blues
1. Melanjutkan Amalan Baik
Meskipun Ramadan telah usai, mempertahankan beberapa amalan seperti puasa sunnah, membaca Al-Qur’an, dan salat malam dapat membantu menjaga semangat spiritual.
2. Berpuasa Enam Hari di Bulan Syawal
Rasulullah SAW menganjurkan puasa enam hari di bulan Syawal setelah Ramadan, yang pahalanya setara dengan puasa sepanjang tahun.
3. Bersyukur Secara Spesifik
Menghargai pencapaian selama Ramadan dan mensyukuri nikmat yang diterima dapat meningkatkan perasaan positif dan mengurangi kesedihan.
4. Menjaga Koneksi Sosial
Tetap terhubung dengan komunitas atau kelompok pengajian dapat memberikan dukungan emosional dan spiritual.
5. Menetapkan Tujuan Baru
Merencanakan kegiatan atau proyek baru dapat memberikan fokus dan motivasi setelah Ramadan.
Mengalami Post-Ramadan Blues adalah hal yang wajar bagi banyak orang. Kita dapat mengatasi perasaan tersebut dan melanjutkan kehidupan dengan mengambil langkah-langkah proaktif untuk mempertahankan semangat spiritual supaya lebih bersemangat. (Riris*)
