
Buleleng, kabarterdepan.com – Guna menghadapi era digital yang terus berkembang, Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (DisdagperinkopUKM) Kabupaten Buleleng, Bali mengadakan sosialisasi program “Koperasi Pintar (KOPI)” di Gedung PLUT Buleleng, Bali, Rabu (2/4/2025).
Kegiatan ini dihadiri 70 pengurus koperasi dari berbagai sektor di Buleleng.
Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, yakni Kepala DisdagperinkopUKM Buleleng, perwakilan Dekopinda Buleleng, serta pakar teknologi dari PT. Blockchain Technology Nusantara dan DCA Communication. Para narasumber memberikan wawasan mendalam mengenai pentingnya transformasi digital dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi koperasi.
Kepala DisdagperinkopUKM Buleleng, Dewa Made Sudiarta, menekankan pentingnya transformasi digital bagi koperasi agar tetap relevan dan berdaya saing. Dari 419 koperasi aktif di Buleleng, 81 di antaranya tidak aktif.
“Transformasi digital bukan hanya tren, tapi kebutuhan. Koperasi harus cepat beradaptasi, menguasai data dan informasi, serta memberikan layanan prima,” ujarnya.
Sudiarta juga menyoroti tantangan utama koperasi, yaitu peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Koperasi perlu beradaptasi dengan teknologi dan terus berinovasi.
Program Koperasi Pintar menawarkan berbagai manfaat, seperti efisiensi administrasi, keamanan data berbasis blockchain, otomatisasi laporan keuangan, dan integrasi pembayaran digital.
“Teknologi blockchain juga diperkenalkan untuk meningkatkan transparansi dan keamanan data koperasi,” imbuh Sudiarta.
Selain itu, kata dia, DCA Communication memaparkan strategi komunikasi digital untuk membantu koperasi memasarkan produk dan layanan secara online.
“Program ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Koperasi dan UKM untuk mempercepat digitalisasi koperasi di Indonesia. DisdagperinkopUKM Buleleng akan terus mendampingi koperasi di Buleleng agar menjadi koperasi modern dan berdaya saing,” ujar Sudiarta. (WIJ)
