
Yogyakarta, Kabarterdepan.com – Suasana mudik tahun ini dirasakan berbeda oleh agen PO bus di Terminal Giwangan, Kota Yogyakarta, DIY. Tahun ini mereka pembelian tiket mudik menurun.
Salah satu perwakilan agen bus PO Gunung Harta, Siti menyampaikan bahwa salah satu penyebab terjadinya penurunan pembelian tiket melalui agen adalah maraknya pemesanan yang dilakukan secara online.
“yang menjual tiket di terminal memprihatinkan, banyak (pemesanan) lewat online,” katanya saat diwawancarai kabarterdepan.com pada Sabtu (29/3/2025).
Ia menyampaikan jika penurunan sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Hal tersebut berbeda dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi Covid-19.
“Ini hanya seperempatnya jika dibandingkan dengan dulu,” katanya.
Beberapa trayek yang dianggap mengalami penurunan signifikan adalah dari DKI Jakarta.
Ia menyampaikan beberapa faktor yang mempengaruhi adalah kondisi wilayah tersebut yang seringkali mengalami banjir ditambah banyaknya pensiunan karyawan.
Jika sebelumnya mudik gratis yang dilakukan oleh pemerintah dianggap menurunkan minat pembelian tiket melalui PO bus, kini layanan tersebut disebut Siti bahwa minat masyarakat juga semakin berkurang.
“Mudik gratis itu juga berkurang dulu banyak sekarang juga kurang mungkin karena ekonomi yang belum stabil,” katanya.
Saat arus mudik pihaknya menyampaikan belum menaikkan tarif tiket. Kendati begitu, Siti menyampaikan kenaikan tarif biasanya akan dilakukan saat periode arus balik.
“Kenaikan tarif pasti ada. Biasanya seperti dari Jakarta naik duluan, kalau sini naiknya pas arus balik,” katanya kepada wartawan.
“Ya rata-rata bisa 35 persen sampai 50 persen saat lebaran biasa sekitar Rp250 ribu jadi Rp500 ribu lebih, semua PO juga gitu,” imbuhnya.
Ia berharap jika kedepan pemerintah dapat mengatur regulasi pembelian tiket online agar bisa lebih adil bagi agen PO bus di terminal.
‘Harapan ituu ya kalau pemerintah sekarang sistem online diatur, cuma itu sebenarnya. Permasalahannya seperti mall banyak yang ditutup itu karena online juga kan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Terminal Giwangan, Sigit Saryanto menyampaikan jika pihaknya melakukan pemberangkatan maupun penerimaan armada saat mudik lebaran.
“Kami puncaknya pada tanggal 27 dan 28 kemarin,” katanya saat ditemui di lantornya.
“Kita 25 ribu lebih (pemudik) , baik itu yang datang maupun yang berangkat. Kami kedatangan mudik gratis pemerintah pusat Kemenhub 36 bus, kemudian pemerintah DKI 54, belum lagi lewat swasta itu banyak sekali,'” katanya. (Hadid Husaini).
