
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Menjelang arus mudik libur Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, Satlantas Polres Mojokerto Kota telah memetakan arus lalu lintas yang dinilai menjadi lokasi rawan kecelakaan dan kepadatan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Sehingga, masyarakat yang melintas diimbau untuk mengantisiasi titik rawan kecelakaan bagi pemudik agar bisa diantisipasi oleh pengendara yang melintas.
Kepadatan lalu lintas di titik ini diprediksi pada hari H sampai H+2 Lebaran Idul Fitri. Karena masyarakat melakukan mudik lokal atau silaturahmi ke rumah saudara dan kerabat.
Kasat Lantas Polres Mojokerto Kota AKP Mulyani mengatakan terdapat 3 trouble spot di jalur mudik yang menjadi wilayah hukumnya. Pertama, di Jalan Bypass Mojokerto, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari yang merupakan adanya perlintasan kereta api (KA) dan memicu antrean kendaraan setiap palang pintu ditutup.
“Ada penambahan jadwal kereta api yang melintas, kami sudah dapatkan jadwalnya,” ungkapnya, Kamis (27/3/2025) siang.
Ditambah lagi, terdapat penyempitan jalur di jembatan Sungai Sadar sekitar 50 meter dari perlintasan KA. Sehingga kendaraan harus melaju perlahan di jalan nasional ini.
“Sehingga kami terjunkan tim urai yang siap menerapkan rekayasa lalu lintas apabila terjadi kepadatan,” tambahnya.
Mulyani menambahkan, pihaknya mencatat jika beberapa waktu yang lalu terjadi kecelakaan lalu lintas selama 2 kali yang diakibatkan pengendara roda dua akibat adanya jalan menikung, ditambah lampu penerangan jalan belum maksimal.
“Kami imbau para pemudik agar selalu hati-hati, pakai helm, patuhi peraturan lalu lintas, saat menyalip pastikan cukup ruang dan perhatikan kendaraan dari arah berlawanan,” imbaunya.
Selama Operasi Ketupat Semeru 2025 ini, Polres Mojokerto Kota mendirikan 2 pos pelayanan dan 1 pos pengamanan. Posyan berada di sisi selatan di Alun-alun Kota Mojokerto. Sedangkan pospam di Jembatan Gajah Mada dan Simpamg Empat Sekarputih.
“Kami siapkan 3 tim urai, yaitu di dalam kota, di utara Jembatan Gajah Mada, serta di wilayah Gedeg dan perbatasan dengan Dawarblandong dan Kemlagi,” jelasnya.
Lanjut Mulyani, masing-masing pos dijaga petugas gabungan dari polisi, TNI, Satpol PP, Dishub, Dinkes dan para relawan, sehingga jika sewaktu waktu ada penumpukan kemcetan akan diterjunkan tim urai.
“Nanti kami terapkan rekayasa lalu lintas satu arah di depan Sanrio apabila terjadi kepadatan,” pungkasnya. (*)
