Jadi Lumbung Terbesar di Jateng, Produktivitas Jagung di Grobogan Capai Rp 5 Triliun per Tahun

Avatar of Redaksi
IMG 20250324 WA0120
PANEN JAGUNG: Kondisi saat tiba musim panen jagung di bukit Alaska, salah satu area Perhutanan Sosial di Kabupaten Grobogan ( Tangkapan layar Youtube)

Grobogan, kabarterdepan.com – Luas lahan tanam jagung di Kabupaten Grobogan tahun 2024 mencapai 146.445 hektare angka itu cenderung 8.056 hektar dibanding tahun 2023 sebanyak 138.389 hektare.

Diikuti luas lahan panen jagung terpantau juga ikut meningkat kurang lebih 2700 hektare, dari 145.063 hektare kemudian mengalami peningkatan menjadi 147.763 hektare.

Sementara, Provitas jagung di Grobogan meningkat hingga 0,73 kW per hektare, terhitung dari capaian Provitas tahun 2024 sebesar 62,55 kW per hektare dikurangi 61,82 kW per hektare.

Hali itu disampaikan Pujioyono Kepala Bidang Tanaman Pangan di Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan saat dikonfirmasi Senin (24/3/2025) siang.

Dikatakan, luas lahan tanam hingga luas lahan panen menjadi indikator jumlah hasil produksi jagung di Kabupaten Grobogan disetiap tahunnya.

“Tahun 2023 lalu produksi jagung mencapai 896.651 ton, sementara di 2024 meningkat menjadi 924.255 ton pertahun,” katanya.

Jadi, sambung Pujiyono, dari data sementara produktivitas jagung meningkat hingga 27.604 ton, dari hasil produksi 2023 yakni 896.651 ton dan produksi 2024 sebesar 924.255 ton per tahun.

“Jika dirupiahkan dengan harga jual Rp.5000 hingga Rp.5500 per kilogram, hasil panen jagung Kabupaten Grobogan tahun 2024 mencapai angka Rp5 triliun per tahun,” ujarnya.

‘Kondisi ini menjadikan Kabupaten Grobogan sebagai salah satu lumbung terbesar penghasil jagung di Provinsi Jawa Tengah,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Kabupaten Grobogan mempunyai lahan jagung yang cukup luas, selain lahan pertanian dan lahan lahan sekitar hutan, termasuk lahan kosong (sanggem) milik Perhutani yang dikelola oleh masyarakat sekitar hutan.

Soal kebutuhan benih jagung yang diperlukan oleh para petani di kabupaten Grobogan tahun 2024 kurang lebih sebanyak 200 ton senilai 200 miliar rupiah (Masrikin).

Responsive Images

You cannot copy content of this page