
Grobogan, kabarterdepan.com – Jebolnya Sungai Tuntang menyisakan persoalan bagi Petani yang terdampak banjir, ratusan hektare area pesawahan penunjang ketahanan pangan terselimuti endapan lumpur.
Petani pemilik lahan mengalami kerugian besar, harapan panen raya tanaman padi mereka pupus dan hanyut bersama hilangnya banjir
Data sementara BPBD Grobogan sebayak 526 hektare sawah terdampak banjir, sebagian tidak dapat digunakan untuk menanam padi atau tanaman lainnya karena masih tertimbun endapan lumpur.
Fenomena alam itu terjadi dibeberapa Desa yang terdampak yakni Desa Ringinkidul, Baturagung, Cangkiring dan Pepe, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Kepala BPBD Grobogan Wahyu Tri Darmawanto menuturkan jika BPBD sudah berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait tentang penanganan lumpur yang menggenangi sawah akibat banjir.
Aksi BPBD Grobogan
“Setelah dilakukan koordinasi dengan Pemdes, BBWS, DPUPR, sawah yang tertutupi sedimentasi itu nantinya akan dilakukan pengerukan,” katanya, saat dikonfirmasi Sabtu (22/3/2025) malam.
Namun, lanjut Wahyu, sementara saat ini BPBD tengah fokus untuk perbaikan existing tanggul utama terlebih dahulu, menyejajarkan ketinggian antara tanggul utama dengan tanggul kritis.
Menurutnya, meski saat ini bentuk tanggulnya belum sempurna, hal itu tidak menjadi masalah. Namun, yang terpenting adalah titik jebolnya tanggul sudah tertutup terlebih dahulu meskipun dibangun dengan bentuk lengkung
“Setelah perbaikan tanggul utama selesai dan sudah kering airnya. Kemudian baru kita lakukan penanganan lumpur,” ujarnya
Nantinya, BPBD juga mengajak Dinas PUPR dan Pemdes setempat untuk berembug bersama menangani areal sawah yang tertimbun sedimentasi tersebut.
“Dimulai menghitung luasan lahan yang terdampak dan memetakan solusinya untuk petani terdampak,” pungkasnya (Masrikin).
