Puskesmas Wonotirto Kabupaten Blitar Tingkatkan Pelayanan dengan Meluncurkan Berkat Si Mamah untuk Tekan Kenaikan Kasus Demam Berdarah

Avatar of Redaksi
IMG 20250319 WA0129
Peluncuran inovasi Berkat si Mamah di Puskesmas Wonotirto Kabupaten Blitar. (Anang Agus Faisal/kabarterdepan.com)

Blitar, kabarterdepan.com – Puskesmas Wonotirto Kabupaten Blitar terus berinovasi dalam rangka menekan kenaikan kasus penyakit yang disebabkan oleh hewan, khususnya dalam penularan virus dengue yang disebabkan oleh nyamuk stegomya / aedes aegypti

Sebagai respon atas berbagai tantangan yang dihadapi, seperti musim hujan ataupun kebersihan lingkungan yang harus dijaga bersama-sama, Puskesmas Wonotirto Kabupaten Blitar memperkenalkan inovasi Berkat Si Mamah.

Berkat Si Mamah bertujuan untuk mengoptimalkan proses 3M+ dalam pemutusan rantai kehidupan nyamuk. Inovasi ini terdiri dari dua komponen utama yaitu sebuah aplikasi untuk memantau kebersihan lingkungan yang terkait dengan angka bebas jentik dan system call center via aplikasi whatsapp yang memungkinkan masyarakat untuk mengajukan pelaporan informasi terkait temuan kasus penyakit virus dengue secara cepat dan mudah.

Kepala Puskesmas Wonotirto, dr. Izacha Hatma Panganugraha, menyatakan bahwa inovasi Berkat Si Mamah hadir sebagai Solusi terhadap berbagai kendala yang masih menghambat dalam proses penekanan kasus yang pada tahun ini meningkat drastic karena adanya perubahan musim.

“Dengan adanya Berkat Si Mamah, kami berharap proses penekanan kasus yang meningkat tajam bisa di kendalikan dengan Kerjasama yang baik yang didukung dari masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan inovasi ini juga sejalan dengan Upaya pemerintah khususnya dari Kementerian Kesehatan dalam mengurangi kasus terjadinya infeksi dengue dengan disertai Zero Death Dengue pada tahun 2030.

Dengan Berkat Si Mamah, pelaporan kasus yang semakin meningkat ini dapat dikelola dengan baik secara digital melalui chat ataupun call center, sehingga meminimalisir risiko adanya kasus virus dengue yang tidak terlaporkan dari tempat faskes yang terakhir melayani.

Selain itu, Kepala Puskesmas Wonotirto juga berharap melalui sistem call center via aplikasi whatsapp, masyarakat dapat merasakan kemudahan dalam menyampaikan pengaduan atau usulan terkait penekanan kasus penyakit virus dengue.

“Masyarakan kini tidak perlu lagi repot mengirim surat KDRS. Cukup dengan menghubungi kami melalui whatsapp, pengaduan mereka akan langsung direspons oleh petugas kami,” ujarnya.

Inovasi Berkat Si Mamah ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang nyata, baik bagi Petugas Puskesmas Wonotirto maupun masyarakat. Dengan demikian, keselamatan dan kelancaran pengendalian dengan 3M+ di wilayah Kabupaten Blitar dapat terus terjaga, serta pelayanan Kesehatan dalam bidang ini menjadi semakin optimal.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Blitar berperan penting dalam mendampingi pengembangan inovasi ini. Dengan pendampingan, dan dukungan, diharapkan inovasi Berkat Si Mamah akan semakin berkembang dan memberi manfaat untuk masyarakat Wonotirto. (ADV)

Responsive Images

You cannot copy content of this page