
Yogyakarta, Kabarterdepan.com – Monitoring ketat dilakukan oleh Pemkot Yogyakarta terhadap kondisi sampah di masing-masing wilayah.
Hingga saat ini optimalisasi seperti upaya pemanfaatan transporter pengambil sampah hingga pengosongan depo terus dilakukan.
Ia ingin lurah bisa menunjukkan bukti keberhasilan penenangan sampah, utamanya setelah dilakukan kesepakatan Quick Wins di 100 hari kerja.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Warodoyo meminta pemangku wilayah terutama bisa melakukan tugasnya dengan baik dalam menekan sampah dari rumah dan pengadaan sumberdaya untuk penggerobak.
“Saya berharap betul beliau yang RT RW dipimpin lurah di bawah camat untuk menyelesaikan problematika transporter membawa sampah dari rumahnya penduduk ke depo,” katanya, Selasa (18/3/2025).
Hasto juga menyebut akan meminta progres penanganan sampah tiap wilayah masing-masing dengan menggelar rapat setiap Selasa sore.
Ia menyebut keberhasilan sampah akan dinilai berdasarkan kategori pencapaian yang sudah dilaksanakan.
“Mulai besok sore selasa sore meeting jam 15.00 sampai Maghrib, khusus memantau (pregres penanganan) sampah.
“Misalnnya hari ini 45 kelurahan itu yang sudah hijau yang masalah yang gerobaknya sudah selesai, (manajemen) RW sudah baik, tidak ada konflik lagi,” ujarnya.
Ia menyebut saat ini sudah ada 15 Kelurahan yang berkategori hijau atau dalam arti sudah selesai dalam melakukan penaganan sampah. Ia berharap dalam 100 hari kerja mengindikasikan di wilayah sudah tuntas.
“Hari ini sampah liar juga berkurangnya 30 persen. Seperti di kali mambu meskipun tidak banyak, kemudian di bonbin (Gembiraloka) saya cek tidak ada lagi, kemudian tempat membuang di pasar mana itu dekat RRI,” ujarnya.
Hasto juga menggelar lomba kebersihan di setiap kelurahan dan akan dinilai saat akhir Ramadan. Ia menyebut penilaian juga akan diberikan kepada lurah sendiri sebagai pemangku wilayah.
“Itu pun kita nilai lurahnya juga, dari 45 lurah mana merah, mana kuning, mana hijau, akan saya sampaikan raportnya,” katanya.
“Dinas juga akan saya pantau selasa sore, kita meinta mempresentasikan sejauh mana yang sudah berhasil ditangani, tonasenya berapa, sisanya berapa,” imbuhnya. (Hadid Husaini)
