
Jember, kabarterdepan.com-
Untuk menambah jam terbang dan menimba pengalaman bagi atlet Bridge Jember, Induk organisasi gabungan Bridge seluruh indonesia (Gabsi) Jember akan menggelar Liga Bridge seri 2 di tempatkan di Hall Polije Jember pada Minggu (16/3/2025).
Salah satu panitia pelaksana yang juga pengurus Pengkab Gabsi Jember Wiwis menjelaskan, kegiatan Liga Bridge diselenggarakan oleh Pengkab Gabsi Jember, kerja bareng Polije Jember. Hal ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mengasah skill bagi para Atlet Bridge Jember mulai tingkat usia dini hingga dewasa .
“Kenapa baru tahun ini program kejuaraan Liga Bridge kami laksanakan. Setelah kita evaluasi dari hasil kejuaraan Popda di Bangkalan, prestasi Atlet Bridge yang dicapai belum maksimal kendati bisa raih 2 perunggu .Jadi ada 4 kategori yang dilombakan,” Papar Wiwis,. kamis (13/3/2025).
Liga Bridge ini kami laksanakan sampai seri 5. Kemudian untuk pesertanya 90 persen berasal dari sekolah yang ada di Jember. Seperti asal SDN Jember lor 1 SMP Sukowono SMA Sukowono serta dari club Bridge Jember.
Untuk diketahui kegiatan Liga Bridge yang dijadwalkan hingga seri 5 ini mendapat suport dari Polije ,yang kebetulan ketua umum GABSI Jember dijabat Saiful Anwar yang juga menjabat sebagi Direktur Polije.
“Oleh sebab itu menurut Wiwis adanya Liga Bridge ini menjadi ajang seleksi bagi para Atlet yang kita persiapkan untuk menghadapi Porprov jatim edisi IX di Malang raya pada akhir juni 2025 nanti,” terangnya.
Disingung untuk kesiapan Gabsi Jember untuk menghadapi Multi Event Porprov jatim di Malang Raya sudah memiliki tim, baik putra maupun putri. Meski demikian hal itu belum cukup, harus disiapkan pemain lapis kedua yang nantinya dipantau dari hasil liga Bridge ini.
“Ada hal yang kami butuhkan selama ini belum terealisasi yakni alat pengocok kartu (poker shuffler) harapan kami janji bapak kadispora Jember Bapak Edi Budi Susilo yang kapan hari datang di Polije Jember saat ada kejurprov Bridge se-Jawa Timur pernah menjanjikan alat tersebut sangat kami nantikan,” imbuhnya.
Sementara ketua Gabsi Jember Saiful Anwar, menyikapi belum memiliki alat pengocok kartu, konon harganya sekitar 130 jutaan. Alat tersebut memang sangat dibutuhkan oleh pihak Gabsi Jember.
“Mengingat selama ini Atlet kami bina selama berlatih ,kartunya dikocok manual, padahal setiap event resmi pengocokan kartu sudah menggunakan mesin pengocok. Tentunya sangat beda antara kartu dikocok manual dengan dikocok menggunakan mesin pengocok,” ungkapnya.
Saiful Anwar mengatakan cabor Bridge pada setiap event Popda se- Jatim maupun Porprov se-Jatim selalu memberikan kontribusi medali. Terbaik pada event Popda Jatim di Bangkalan dapat 2 perunggu kategori putri dan campuran ( mix) .
Sedangkan di Porprov jatim VIII sumvbang 2 medali perunggu.(Lana)
