Banjir Masih Mengancam, Kabupaten Grobogan Tanggap Darurat Bencana

Avatar of Redaksi
IMG 20250311 WA0132
KONDISI BANJIR: Desa Tanjungharjo Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan tergenang banjir, Selasa 11 maret 2025 (Tangkapan layar infogrobogan.id)

Grobogan, kabarterdepan.com – Dampak banjir semakin meluas, Pemerintah Kabupaten Grobogan menaikan status siaga darurat menjadi tanggap darurat bencana selama 14 hari akibat jebolnya Sungai Tuntang di desa Baturagung, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan.

Urgensi peningkatan status darurat bencana banjir di Grobogan tersebut dilakukan mengingat jebol tanggul Sungai Tuntang Kecamatan Gubug belum bisa diperbaiki.

Selain itu, jebolnya tanggul Sungai Kliteh, Kecamatan Tegowanu juga menambah potensi adanya penambahan dampak risiko banjir di Kabupaten Grobogan semakin meluas

Hal itu, disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Anang Armunanto pasca usai melaksanakan rapat Forkompinda Grobogan, Selasa (11/3/2025).

Anang menyatakan, dari rangkaian kronologis kejadian, dampak banjir yang ditimbulkan akibat dua titik tanggul jebol di Kecamatan Gubug dan Tegowanu maka perlu urgensi peningkatan status darurat.

”Setelah mempertimbangkan situasi di lapangan, forum menyepakati peningkatan status. Ini untuk mempercepat langkah penanganan,” kata Sekda Grobogan.

Terpisah, Kepala BPBD Grobogan Wahyu Tri Darmawanto menjelaskan, jika bencana banjir di Kabupaten Grobogan yang dimulai pada Minggu (9/3/2025) hingga Selasa (11/3/2025) menyebabkan sekitar 4.606 Kepala Keluarga (KK). Tersebar di 23 desa di enam kecamatan terdampak banjir.

Dikatakan, berdasarkan laporan yang ia terima per hari ini, terdapat sekitar 250 warga Desa Ringinkidul dan 30 warga Desa Baturagung mengungsi ketempat yang aman.

“Ada sekitar 60 warga Ringinkidul mengungsi di Gereja, selanjutnya 90 warga di Masjid, dan 100 warga lainya berada di rumah penduduk yang aman dari banjir, Sedangkan pengungsi di Baturagung kantor balai desa setempat,” ujarnya.

”Untuk kondisi tanggul yang jebol di Desa Baturagung saat ini belum bisa ditangani, menunggu air surut sebab akses jalan masih terendam banjir,” imbuhnya.

Diketahui, intensitas hujan yang tinggi dan meluapnya beberapa sungai besar di Grobogan juga mengakibatkan banjir disejumlah tempat, diantaranya Kecamatan Toroh di Desa Boloh. Kecamatan Purwodadi di tiga desa yaitu, Kelurahan Purwodadi, Kalongan, dan Desa Karanganyar. Sementara Kecamatan Tawangharjo terdapat satu desa yang terdampak yakni Desa Jono

“Untuk Kecamatan Kedungjati di Desa Kedungjati, Desa Kedungjati, Klitikan, Panimbo, Kentengsari, Padas , Deras, Ngombak, Wates, Jumo, Kalimaro, dan Karanglangu,” pungkasnya. (Masrikin).

Responsive Images

You cannot copy content of this page