
Bantul, Kabarterdepan.com — Komitmen pengelolaan sampah kembali dilakukan oleh Pemda DIY bersama dengan pemerintah daerah kabupaten-kota dengan tema kolaborasi untuk DIY Bersih.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Kusno Wibowo menyampaikan bahwa komitmen pengelolaan sampah yang dilakukan sebelumnya secara mandiri di setiap daerah belum terlalu optimal.
“Pemda DIY menggandeng dan bekerja sama dengan lebih banyak pihak sebagai upaya yang dilakukan untuk proses transformasi pengelolaan sampah,” kata Kusno dalam sambutanya.
Dalam pertemuan yang digelar di ITF Bawuran, Sentulrejo, Bawuran, Pleret, Bantul, DIY tersebut, 11 kampus terbaik di Yogyakarta diajak untuk ikut berkolaborasi dalam mengatasi permasalahan sampah.
“Kami mengundang perguruan tinggi kepada universitas untuk menyampaikan komitmennya sebagai langkah nyata dari perubahan yang sedang berlangsung saat ini,” katanya.
“Keberadaan perguruan tinggi terbesar di DIY terutama mahasiswanya dari banyak daerah diharapkan menjadi agen untuk mensosialisasikan kepada masyarakat (pengelolaan sampah),” katanya.
Mewakili kampus-kampus yang ada di Yogyakarta, Wakil rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Bidang Kemahasiswaan dan Pengabdian Masyarakat, Arie Sujito menyampaikan komitmen.
Ia menyampaikan jika kampus jangan hanya terlibat dalam menerbitkan riset namun juga aksi konkrit dalam penanganan sampah.
Selain itu banyaknya kampus di Yogyakarta menjadikan tanggungjawab dalam penanganan sampah sebagai hal yang tidak bisa dilepaskan.
Yogyakarta sebagai kota pendidikan menurutnya perlu dibuktikan dengan keterlibatan kampus-kampus menangani permasalahan yang ada.
Pihaknya menyampaikan sebelumnya telah banyak bertemu dengan para rektor kampus di Yogyakarta dam selalu mengingatkan agar permasalahan sampah tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah semata namun juga kampus.
Perguruan tinggi dengan sumber daya intelektual dan juga pemanfaatan teknologi yang dimiliki disebutnya bukan hanya sekedar untuk melakukan penelitian.
“Sampah bukan hanya berhenti pada scopus, tidak ada artinya jika tidak bisa memecahkan teka-teki di masyarakat, membantu masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, salah satu hal yang bisa dilakukan oleh kampus dalam mengatasi permasalahan sampah adalah melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik terkait sampah.
“Di UGM sendiri mengalokasikan mahasiswa KKN paling tidak 25 persen di DIY. Oleh karena itu, tematik pengelolaan sampah akan kita kerjakan secara baik, kami punya komitmen untuk itu,” katanya. (Hadid Husaini).
