Polisi Bongkar Satu Makam Korban Miras Oplosan di Bantul untuk Pastikan Penyebab Kematian

Avatar of Redaksi
IMG 20250306 WA0164
Proses Ekhumasi atau pembongkaran makam wanita asal Kota Yogyakarta yang meninggal usai menenggak minuman keras (miras) oplosan di Tamanan, Banguntapan, Bantul, DIY. (Humas Polres Bantul for kabarterdepan.com)

Bantul, Kabarterdepan.com – Polres Bantul melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam jenazah RKP (21), Kamis (6/3/2025).

RKP merupakan salah satu korban asal Wirogunan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang diduga jadi korban miras oplosan pada Sabtu (1/3/2025) di Tamanan Banguntapan dan meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polres Bantul, Iptu Iqbal Satya Bimantara menyampaikan jika proses pembongkaran makam dilakukan oleh Biddokkes Polda DIY di Pemakaman Lowanu Mergangsan, Yogyakarta, tempat RKP dikebumikan.

Polisi menyebutkan bahwa pembongkaran makam dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian RKP, yang sebelumnya diduga tewas setelah pesta miras bersama teman-temannya.

“Ini (ekshumasi) untuk dilakukan pengecekan secara ilmu kedokteran tentang penyebab kematian serta ada tidaknya kejanggalan,” katanya melalui keterangan tertulis pada Kamis (6/3/2025).

Iqbal menerangkan, ekshumasi ini sebagai upaya penyelidikan penyebab kematian korban. Pasalnya, dua orang lain yang selamat masih dirawat dan belum bisa dimintai keterangan.

“Sementara kami laksanakan satu (makam) dulu. Hasilnya (ekshumasi) nanti kami menunggu hasil riksa dokter forensik, tergantung pihak kedokteran,” ujar Iqbal. Ia menyampaikan jika kandungan miras yang diminum oleh korban hingga saat ini belum diketahui.

“Bahan-bahan (oplosan) kami juga belum tahu karena kami juga menunggu barang bukti yang ada karena barang-barang yang ada masih diperiksa,” ungkapnya.

Adapun untuk kondisi dua orang rekan korban yang selamat yakni KPP (21) dan AF (27), kata Iqbal, masih dirawat di rumah sakit. Pasalnya, mereka berdua sempat mengalami gangguan penglihatan.

“Yang dua masih dirawat, kemarin ada penurunan kondisi, saat kita mintai keterangan tiba-tiba merasa pusing, mual, setelah itu kalau bahasa dia pandangan buram. Setelah itu langsung dilarikan ke rumah sakit,” paparnya.

Iqbal menegaskan apapun hasil dari ekshumasi ini tidak menutup kemungkinan akan memunculkan tersangka. Kendati begitu untuk memunculkan tersangka disebutnya masih menunggu pemeriksaan selesai.

“Ya itu kita menunggu pemeriksaan dulu, penyebab (kematian) apa. Kita tidak menutup semua kemungkinan, bisa semua tersangka, bisa cuma satu, bisa tidak ada tersangka,” katanya.

“Tapi ini masih ngambang, kami belum mendapat kepastian terutama keterangan yang ada di TKP pada saat kejadian tersebut,” jelasnya.

Sebelumnya, 4 orang diberitakan melakukan pesta miras di Tamanan, Banguntapan, Bantul yang menyebabkan dua diantaranya yakni RKP dan MAM harus meregang nyawa. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page