
Mojokerto, Kabarterdepan.com – Dalam rangka menyambut dan menjalani bulan suci Ramadan dengan penuh keberkahan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mojokerto mengadakan program Pesantren Ramadan yang bekerja sama dengan Pondok Pesantren Darul Naqo.
Pesantren Ramadan ini diikuti oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Mojokerto, dengan tujuan untuk memperdalam pengetahuan agama, meningkatkan kualitas ibadah, serta membentuk karakter yang lebih baik selama bulan suci Ramadan.
Kegiatan ini mengusung tema Muhadharoh (ceramah atau kajian agama) dengan fokus pada hadist puasa. Para WBP diberikan kesempatan untuk mendengarkan kajian mengenai pentingnya puasa dalam Islam, sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW.
Dalam kesempatan itu, Pengasuh Ponpes Darul Naqo menyampaikan hadist-hadist yang menjelaskan tentang keutamaan bulan Ramadan, manfaat puasa, dan bagaimana menjalankan puasa dengan penuh kesabaran serta keikhlasan.
Selain itu, dalam tema Muhadharoh, WBP juga diajarkan bagaimana menjaga kualitas puasa dengan menghindari perbuatan yang dapat membatalkan puasa serta memperdalam pemahaman mengenai hikmah di balik ibadah puasa itu sendiri.
“Pesantren Ramadan ini tidak hanya memperkuat aspek spiritual, tetapi juga bertujuan untuk memberikan pembinaan karakter yang lebih baik kepada WBP,” ujar Kalapas Mojokerto, Rudi Kristiawan.
Rudi menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pencerahan dan motivasi bagi para WBP untuk menjalani bulan Ramadan dengan penuh keberkahan dan meningkatkan kedekatan mereka dengan Allah SWT.
“Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang puasa dan tuntunan agama, diharapkan para WBP dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih disiplin, sabar, dan penuh tanggung jawab,” imbuhnya.
Lapas Mojokerto, melalui kerja sama ini, terus berupaya untuk memberikan pembinaan yang komprehensif kepada WBP, baik dalam aspek keimanan, kemandirian, maupun kepatuhan hukum.
Kegiatan Pesantren Ramadan ini menjadi salah satu cara untuk menciptakan suasana yang lebih damai, penuh hikmah, dan keberkahan di dalam Lapas, serta mempersiapkan para WBP untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik setelah menjalani masa pembinaan. (*)
