
Nasional, Kabarterdepan.com – Salah satu syarat sah puasa Ramadan yaitu melakukan niat. Menurut tiga mazhab selain Malikiyyah, wajib mengulangi niat di setiap kali puasa.
Sedangkan menurut pendapat Malikiyyah cukup untuk menjamak (mengumpulkan) niat puasa sebulan di malam pertama bulan Ramadan. Mereka tidak mewajibkan mengulangi niat di hari berikutnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri KH A. Idris Marzuqi dalam Sabil al-Huda menegaskan bahwa hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi bila mana di kemudian hari lupa niat, puasanya tetap sah dan bisa diteruskan, sebab dicukupkan dengan niat puasa sebulan penuh di awal Ramadan.
“Untuk berjaga-jaga agar puasa tetap sah ketika suatu saat lupa niat, sebaiknya pada hari pertama bulan Ramadan berniat taqlid (mengikut) pada Imam Malik yang memperbolehkan niat puasa Ramadan hanya pada permulaan saja. Dan adanya cara tersebut bukan berarti membuat kita tidak perlu lagi niat di setiap harinya, tetapi cukup hanya sebagai jalan keluar ketika benar-benar lupa.” (KH. A. Idris Marzuqi, Sabil al-Huda, hal. 51)
Adapun lafal niat puasa Ramadan sebulan penuh yaitu sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ تَقْلِيْدًا لِلْإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
“Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadan tahun ini dengan mengikuti Imam Malik, fardhu karena Allah.”
Pendapat para fuqaha Malikiyyah tentang niat puasa Ramadan cukup sekali niat karena satu bulan penuh puasa Ramadan dihukumi satu kesatuan, sehingga niat di awal Ramadan sudah mencukupi untuk hari berikutnya. (*)
