Pemkab Sidoarjo Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Banjir

Avatar of Jurnalis: Setyawan
Screenshot 20250301 210022
Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana (kemeja biru) bersama Forkopimda Sidoarjo meninjau wilayah terdampak banjir, Sabtu (1/3/2025). (Eko Setyawan/Kabarterdepan.com)

Sidoarjo, Kabarterdepan.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo melakukan upaya penanganan cepat terhadap bencana banjir.

Salah satunya, dengan cara menyalurkan bantuan berupa sembako kepada masyarakat yang terdampak banjir. Hal itu, seperti yang telah dilakukan oleh rombongan Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana bersama jajaran Forkopimda Pemkab Sidoarjo, pada Sabtu (1/3/2025).

Penyaluran bantuan ditujukan kepada masyarakat terdampak banjir, seperti di Desa Balongdowo, Desa Balonggabus, dan Perum Bumi Citra Fajar Golf. Mimik meminta kepada OPD terkait, agar penanganan musibah bisa segera ditangani.

“Apa yang menjadi keluhan warga monggo segera ditangani,” ujarnya, di sela melakukan kunjungan tersebut, Sabtu (1/3/2025).

Dia menyebut, pihaknya akan berupaya meringankan dampak bagi warga yang terkena musibah karena faktor alam tersebut. Selain itu, melakukan penambahan rumah pompa untuk membantu memaksimalkan proses mengurangi debit air genangan. Termasuk bantuan solar untuk mendukung kinerja rumah pompa.

“Monggo bersurat saja ke dinas PUBM untuk bantuan solar nanti akan kita bantu dan untuk bantuan mobil pompa akan didatangkan,” ucapnya.

Menurutnya, penanganan banjir tak hanya berhenti penyaluran bantuan saja. Pemerintah juga akan melakukan koordinasi dengan semua pihak untuk mencari solusi jangka panjang. Hal ini, untuk antisipasi bencana serupa di masa mendatang.

“Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait penyebab banjir ini, termasuk normalisasi sungai dan saluran air yang tersumbat,” katanya, usai menyalurkan secara simbolis bantuan di Desa Balonggabus, Kecamatan Candi.

Sementara itu, Kadis Pekerjaan Umum Bina Marga & Sumber Daya Air (PU BMSDA) Sidoarjo Dwi Eko Saptono menyampaikan, akan berupaya memberikan penanganan dengan membuat long storage. Diharapkan bisa membantu mengurangi debit air, dan akan melakukan survey ketinggian sungai.

“Perkembangan situasi di lapangan akan dilakukan pantauan. Hingga masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas seperti biasa,” pungkasnya. (*)

Responsive Images

Tinggalkan komentar

You cannot copy content of this page