
Grobogan, kabarterdepan.com – Kepala Diskominfo Kabupaten Grobogan Mudzakir Walat, hingga kini masih belum memberikan jawaban soal kegiatan press tour di tengah efisiensi anggaran pemerintah tahun 2025.
Entah alasan apa yang membuat orang nomor satu di Diskominfo masih bungkam, meskipun sudah berkali-kali dihubungi media ini. Sementara, rangkaian kegiatan Diskominfo Grobogan ‘Infokom Goes to Jakarta’ yang dimulai Rabu 26 Februari dijadwalkan selesai pada Jumat (28/2/2025) ini.
Dari pantauan kabarterdepan.com, sejumlah tempat wisata seperti Museum Nasional Indonesia di Jakarta, Rafting di sungai Cisadane Bogor hingga Shopping di Mall Tamrin City jadi pilihan utama kegiatan press tour Diskominfo Grobogan
Selain itu, peserta tour juga beberapa kali diajak menikmati kuliner restoran lokal hingga menginap di hotel Fave Bogor yang telah disediakan penyelenggara.
Hal itu, diketahui dari rundown yang buat oleh biro jasa perjalanan Yona tour and travel yang berkerjasama dengan Diskominfo Grobogan.
Dikutip dari inaproc.lkpp.go.id/sirup, dalam rencana umum pengadaan (RUP), satuan biaya kegiatan rapat atau pertemuan di luar kota setingkat Eselon II sampai dengan pelaksana atau fungsional D.K.I Jakarta (peningkatan sumber daya manusia dibidang pengelolaan informasi komunikasi publik) dianggarkan Rp65,850,000 dengan peserta 50 orang per paket.
Di paket lainnya, untuk pengadaan barang dan jasa kendaraan motor berpenumpang kategori Bus sedang (peningkatan sumber daya menusia dibidang pengelolaan informasi publik) dianggarkan Rp26.520.000.
Selain itu, RUP Diskominfo juga terdapat pengadaan barang seragam, alat tulis kantor dan yang lainnya untuk peningkatan sumber daya manusia bidang pengelolaan informasi publik.
Menariknya, meskipun rencana realisasi kegiatan Diskominfo Grobogan dalam RUP diperbolehkan untuk diubah waktu pelaksanaannya, namun perubahan itu harus sesuai dengan tingkat urgensi dalam pengelolaan kegiatan.
Paket kegiatan peningkatan sumber daya manusia bidang pengelolaan informasi publik di RUP yang seyogyanya dilakukan pada bulan Mei 2025, namun dilaksanakan pada bulan Februari ini.
“RUP sifatnya dinamis, bisa diubah waktu pelaksanaannya, tergantung yang mengelola OPD yang mengelola kegiatan,” ujar mantan pengelola unit layanan pengadaan barang dan jasa di Grobogan yang enggan disebutkan namanya, kamis (27/2/2025) malam.
Secara kebetulan, kegiatan press tour Kominfo Grobogan juga bertepatan dengan kegiatan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) yang tengah menyelenggarakan Rapat Koordinasi dan Pelatihan Humas Pemerintah seluruh Indonesia, Rabu (26/2/2025).
Bertema “Sinergitas Humas Pemerintah Mewujudkan Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045” rapat itu dibuka langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Komunikasi dan Digital (Pusdiklat Kemkomdigi), di Jakarta.
Disisi lain, kegiatan press tour yang dilakukan Diskominfo Grobogan juga sempat mendapat sorotan dari Anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Grobogan karena dinilai kurang tepat sasaran dan terkesan buang-buang anggaran.
“Anggaran yang dibutuhkan tentu tidak kecil untuk menggelar acara ini. Jadi seharusnya ditiadakan atau dibatalkan tidak masalah,” kata Saiful Anwar kepada dikutip dari media isknews Kamis (27/2/2025).
Dirinya mengaku kecewa dengan kepemimpinan Diskominfo saat ini. Padahal, dengan latar belakang protokol komunikasi pimpinan (prokompim) Setda Grobogan, dia berharap ada perubahan besar di Diskominfo.
Dia juga menyinggung soal iklan yang diduga hanya diberikan pada media yang bersedia memberikan cashback besar. Menurutnya, hal itu menjadi pembicaraan yang hangat di kalangan wartawan.
“Isu soal cashback ini terus dibicarakan. Kabarnya kalau tidak mau memberi cashback besar tidak akan diberi iklan. Itu isu yang terus hangat,” tambahnya. (Masrikin)
