Pasar Wado Banjir, Pedagang Berharap Pemda Blora Turun Tangan

Avatar of Redaksi
Screenshot 20250226 220738
KONDISI : Banjir pasar Wado yang melumpuhkan aktifitas di dalam pasar. (Fitri/kabarterdepan.com)

Blora, Kabarterdepan.com- Lima tahun belakangan, pasar wado, Kacamatan Kedungtuban, Blora selalu dilanda Banjir saat hujan deras dengan waktu yang lama.

Hal itu mengakibatkan seluruh pedagang yang berada di dalam pasar tersebut klimpungan menjajakan jualannya.

Banjir itu kembali terjadi di Pasar Wado pada Rabu (26/2/2025), yang diakibatkan hujan deras yang mengguyur Wilayah Blora, khusus Kecamatan Kedungtuban, pada Selasa (25/2/2025) petang.

Aktivitas di dalam Pasar Wado pun lumpuh. Sehingga beberapa pedagang terpaksa libur dan yang lainya memaksakan diri berjualan di pinggir jalan depan Pasar Wado.

Prapto, salah satu pedangan Pasar Wado mengaku terpaksa meliburkan dagangannya. Ia mengungkapkan banjir merendam Pasar Wado bukan hal baru untuk para pedagang. Karena kerap kali terjadi, saat hujan lebat dengan intensitas tinggi diwilayah setempat.

“Kalau setiap hujan selama tiga hingga empat jam pasti selalu banjir (pasar wado),” kata Prapto saat melihat kondisi lapak-lapak di dalam Pasar Wado.

Diungkapkan, banjir selalu terjadi pada lima tahun belakangan. Menurutnya banjir tersebut dikarenakan saluran irigasi yang tidak maksimal untuk mengalirkan air hujan. Sehingga luapan air merendam komplek pasar wado.

“Sudah lima tahun belakangan ini banjir selalu terjadi di Pasar Wado saat hujan lebat,” kata dia.

Diungkapkan, banjir yang merendam Pasar Wado bisa terjadi hingga lima kali dalam satu tahun. “Tahun ini baru kali pertama, namun tahun lalu (2024) terjadi tiga kali,” ungkapnya.

Lalu, sambung Prapto, Banjir yang merendam pasar Wado dapat mencapai 70 centimeter yang mengakibatkan masuk kedalam toko.

“Saat ini sekitar 20 centimeter. Namun lapak terendam semuanya. Pedagang tidak dapat berjualan,” tutur Prapto.

Ia berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab Blora) turun ke lapangan menemui masyarakat langsung. Sehingga diharapkan ada solusi untuk menyelesaikan permasalahan banjir di Pasar Wado, yang kerap terjadi lima tahun belakangan.

“Harapnya ya Pemda turun ke lapangan, ngecek langsung ke bawah. Kendala masyarakat apa. Kasih solusi lah (ke masyarakat),” harap Prapto pedagang Pasar Wado.

Di sisi lain, Amir seorang pedagang pakaian yang nekat berjualan di dalam Pasar Wado, Kedungtuban mengatakan seluruh dagangan yang ditinggal di dalam pasar aman. Namun, ia khawatir bila terjadi hujan lebat lagi maka air dipastikan naik lebih tinggi.

“Banjir tahun kemarin (2024) air masuk ke dalam toko. Sebagian pakaian rusak terendam banjir,” keluhnya.

Lalu, Amir mengungkapkan, bila terjadi banjir barang dagangan yang ia jual tidak laku. Meskipun sesekali ada yang membeli.

“Kadang pernah laku, namun kalau banjir kayak gini siapa yang mau masuk ke (dalam) pasar,” kata Amir.

Ia berharap kepada Pemkab Blora turun tangan, memberi solusi banjir yang kerap kali merendam Pasar Wado.

“Kalau banjir seperti ini tidak bisa bekerja. Semoga saluran air diperbaiki. Sehingga air tidak menggenang saat terjadi hujan lebat,” harap Amir.(Fitri)

Responsive Images

Tinggalkan komentar

You cannot copy content of this page