Pertamina Bantah Jual Pertamax Oplosan, Ini Penjelasannya

Avatar of Lintang
Cuplikan layar 2025 02 26 151814
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari.

Nasional, Kabarterdepan.com – Heboh kasus korupsi dugaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax yang dioplos dengan BBM jenis Pertalite, PT Pertamina Patra Niaga, sebagai Subholding Commercial & Trading PT Pertamina membantah tudingan tersebut.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari menegaskan bahwa seluruh produk BBM yang masuk ke terminal Pertamina telah memenuhi standar yang ditetapkan.

“Produk yang masuk ke terminal BBM Pertamina merupakan produk jadi yang sesuai dengan RON masing-masing, Pertalite memiliki RON 90 dan Pertamax memiliki RON 92. Spesifikasi yang disalurkan ke masyarakat dari awal penerimaan produk di terminal Pertamina telah sesuai dengan ketentuan pemerintah,” ujar Heppy Wulansari dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (26/2/2025).

Menurutnya, perlakuan yang dilakukan di terminal utama BBM adalah proses injeksi warna (dyes) sebagai pembeda produk agar mudah dikenali masyarakat. Selain itu, juga ada injeksi aditif, yang berfungsi untuk meningkatkan performa produk Pertamax.

“Jadi, bukan pengoplosan atau mengubah RON. Masyarakat tidak perlu khawatir dengan kualitas Pertamax,” tukas Heppy.

Pertamina Patra Niaga juga melakukan prosedur dan pengawasan yang ketat dalam melaksanakan kegiatan quality control (QC). Distribusi BBM Pertamina, lanjutnya, juga diawasi oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

“Kami menaati prosedur untuk memastikan kualitas dan dalam distribusinya juga diawasi oleh Badan Pengatur Hilir Migas,” ujar Heppy.

Ia menambahkan Pertamina berkomitmen menjalankan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) untuk penyediaan produk yang dibutuhkan konsumen.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, produk Pertamina yang dijual telah melalui rangkaian uji untuk memastikan dalam kualitas prima dan telah memenuhi spesifikasi dari Dirjen Migas dan dalam distribusinya pun diawasi oleh BPH Migas,” pungkasnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page