Ratusan Warga dan Aktivis Kepung DPRD Jombang, Desak Keadilan untuk Putri Regina

Avatar of Redaksi
EF6055C3 DFE1 4BB5 A2C8 785AC7224AB2
Potret aksi demo di Kantor DPRD Jombang pada Selasa (25/2/2025) (Inggrid / Kabarterdepan.com)

Jombang, Kabarterdepan.com – Ratusan warga Desa Sebani, Kecamatan Sumobito, bersama Women Crisis Center (WCC) Kabupaten Jombang serta sejumlah aktivis dari PMII, HMI, GMNI, IMM, Gus Durian, dan Aliansi Peduli Korban Femisida menggelar aksi damai di depan kantor DPRD Kabupaten Jombang pada Selasa (25/2/2025).

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk desakan kepada pemerintah agar lebih serius dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan, khususnya kasus yang menimpa Putri Regina. Korban mengalami tindak kekerasan berat, mulai dari perampokan, kekerasan seksual, hingga penganiayaan yang berujung pada upaya pembunuhan. Meskipun kasus ini masih dalam proses hukum, para peserta aksi menilai perhatian dari pemerintah masih kurang.

Salah satu aktivis sekaligus koordinator lapangan, Mohammad Farhan, menyoroti meningkatnya angka kriminalitas di Jombang dalam dua bulan terakhir, terutama kekerasan terhadap perempuan.

“Kasus Putri Regina menjadi salah satu yang paling memprihatinkan. Namun, hingga kini, belum ada perhatian khusus dari pemerintah. Media telah memberitakan kasus ini, dan pihak kepolisian sudah datang untuk bersilaturahmi dengan keluarga korban. Namun, hingga saat ini, belum ada respons langsung dari pemerintah atau anggota dewan,” ujarnya.

Senada dengan Farhan, aktivis dari Women Crisis Center Kabupaten Jombang, Nina, mendesak kepolisian untuk menerapkan pasal-pasal tambahan dalam tuntutan terhadap pelaku sesuai dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Menurutnya, undang-undang tersebut mengatur mekanisme hukum acara khusus yang memastikan pemulihan menyeluruh bagi keluarga korban.

Sementara itu, salah satu staf DPRD Kabupaten Jombang, Agus, menanggapi aksi ini dengan menyampaikan bahwa seluruh anggota DPRD sedang bertugas di luar kota.

“Silakan bersurat jika ingin mengajukan audiensi,” katanya.

Massa aksi berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata dalam memastikan keadilan bagi korban serta meningkatkan perlindungan bagi perempuan di Jombang agar kasus serupa tidak terulang. (Inggrid*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page