KPU Kabupaten Mojokerto Evaluasi Pemilu 2024, Tingkat Partisipasi Capai 84,6 Persen

Avatar of Redaksi
Ketua KPU Kabupaten Mojokerto, Afnan Hidayat menyampaikan sambutan saat FGD dalam rangka penyusunan laporan evaluasi pemilihan tahun 2024 di Arayanna Hotel & Resort, Jalan Udayana Nomor 11, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Senin (24/2/2025) siang (Redaksi / Kabarterdepan.com)
Ketua KPU Kabupaten Mojokerto, Afnan Hidayat menyampaikan sambutan saat FGD dalam rangka penyusunan laporan evaluasi pemilihan tahun 2024 di Arayanna Hotel & Resort, Jalan Udayana Nomor 11, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Senin (24/2/2025) siang (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Tingkat partisipasi masyarkat Kabupaten Mojokerto dalam pemilu 2024 lalu mencapai angka 84,6 persen. Angka ini merupakan terbanyak ketiga Se-Jawa Timur.

Hal ini disampaikan oleh Ketua KPU Kabupaten Mojokerto, Afnan Hidayat dalam Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan laporan evaluasi pemilihan tahun 2024 di Arayanna Hotel & Resort, Jalan Udayana Nomor 11, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Senin (24/2/2025) siang.

“Meski demikian, setiap tahapan pemilu perlu dievaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu medatang. Sebagus apa pun pelaksanaan pemilu, pasti masih ada kekurangan,” ungkap Afnan Hidayat dalam sabutannya.

Oleh karena itu, lanjut Afnan, forum diskusi ini diadakan untuk mengumpulkan saran dan masukan dari berbagai pihak.

“Sehingga, bisa menjadi bahan evaluasi dan referensi bagi penyelenggaraan pemilu selanjutnya,” harapnya.

Sementara itu, Kasat Intel Polres Mojokerto, AKP Yuli Riyanto mengapresiasi, kerja sama semua pihak dalam menjaga harkamtibmas selama Pemilu 2024. Ia berharap KPU lebih aktif menyosialisasikan aturan pemilu agar partisipasi masyarakat semakin meningkat.

“Kami berharap KPU lebih intensif dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan pemilu, agar angka partisipasi bisa meningkat dan pelaksanaan pemilu berjalan lebih baik di masa mendatang,” tutur AKP Yuli.

Kadisdukcapil Kabupaten Mojokerto, Amat Susilo mengungkapkan, permasalahan data pemilih masih menjadi kendala.

“Pentingnya pembaruan data kependudukan, terutama terkait warga yang pindah domisili atau meninggal dunia, agar tidak terjadi permasalahan dalam daftar pemilih tetap (DPT),” tutur Amat Susilo.

Lebih lanjut, Amat Susilo berharap, masyarakat segera melaporkan jika ada anggota keluarga yang pindah atau meninggal dunia.

“Sehingga, data kependudukan bisa diperbarui dengan lebih akurat,” pungkasnya.

Nampak hadir juga, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Khoirul Amin dari Partai Nasdem, Sekretaris DPD PKS Kabupaten, Mojokerto Kayan dan perwakilan dari berbagai partai peserta pemilu. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page