Aktivis JCW Kritik Dugaan Pembungkaman Band Sukatani, Minta Polisi Baca Pernyataan Kapolri

Avatar of Redaksi
IMG 20250223 WA0063
2 personel band Sukatani memberikan klarifikasi dan permintaan maaf atas lagu yang mereka buat kepada kepolisian beberapa waktu lalu. (Foto: Instagaram/sukatani.band)

Yogyakarta, Kabarterdepan.com – Upaya dugaan pembungkaman yang dilakukan oleh kepolisian terhadap karya seni mencuat akhir-akhir ini.

Hal tersebut dialami oleh salah satu band lokal asal Purbalingga, Sukatani yang tiba-tiba melakukan klarifikasi terkait dengan karya yang dibuat.

Dari informasi yang beredar, sejumlah anggota kepolisian diduga telah melakukan intimidasi kepada personel band tersebut atas judul lagu “Bayar, Bayar, Bayar”.

Kadiv Humas Jogja Police Watch (JPW), Baharuddin Kamba menilai sikap yang dilakukan oleh para anggota kepolisian sebagai sebuah pembungkaman atas ekspresi kritik dalam bentuk karya seni.

“Dua personel grup band Sukatani belakangan menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan institusi Polri karena lagu bayar bayar bayar dianggap mengkritik polisi,” katanya.

Kamba juga turut menyesalkan atas pemecatan kepada vokalisnya yang berprofesi sebagai guru.

“Lagu Bayar Bayar Bayar merupakan luapan ekspresi atas realitas di tengah masyarakat. Grup musik Sukatani menduga masih ada oknum polisi yang melakukan pelanggaran hukum seperti pungutan liar,” ujarnya.

Sebagai bentuk ekspresi, lagu disebutnya tidak perlu ada upaya yang dilakukan untuk klarifikasi kepada pihak polisi. “Sehingga tidak perlu ada larangan, diproses hukum, apalagi sampai harus diadili,” ujarnya.

Hal tersebut menurutnya bukanlah perkara yang perlu ditangani oleh kepolisian. Ia menyampaikan jika kedepan Indonesia bisa menjadi gelap karena aparat penegak hukum hanya mengurusi hal sepele.

JPW  berharap masyarakat termasuk seniman tetap berani menyuarakan kritik terhadap kinerja kepolisian agar kinerja polisi baik.

“Polisi di republik ini perlu lagi membaca dengan cara seksama bisa dicari di mesin pencarian di google terkait pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang menyebut siapa yang berani kritik keras polisi polisi, akan jadi sahabat Polri,” katanya. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page