Kum Kum Sinden, Tradisi yang Terus Lestari di Tengah Perubahan Zaman

Avatar of Redaksi
316E9D95 62F3 4BC8 8366 02AB1CD235CF
Potret prosesi Kum Kum Sinden di Sendang Made pada Minggu (23/2/2025) pagi, (Inggrid / Kabarterdepan.com)

Jombang, Kabarterdepan.com – Kum Kum Sinden, sebuah ritual adat yang selalu mengiringi tradisi Nguras Sendhang di Sendang Made, Kecamatan Kudu, Jombang, kembali digelar pada Minggu (23/2/2025) pagi.

Tradisi ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang kuat bagi masyarakat setempat. Keberadaannya yang telah berlangsung turun-temurun kini diupayakan untuk mendapatkan pengakuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI) tahun 2025.

Inggit, selaku koreografer Kum Kum Sinden, menegaskan bahwa kegiatan ini akan terus dilakukan setiap tahun sebagai bagian dari upacara adat yang sudah mengakar di masyarakat.

“Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan akan dilakukan setiap tahun, karena ini kan termasuk upacara adat yang setiap tahun harus ada. Karena nguras sendhang setiap tahun ada, jadi Kum Kum Sinden harus ada juga,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan tradisi ini bergantung pada siklus hujan pertama di bulan Suro dalam kalender Jawa.

“Sebenarnya untuk Kum Kum Sinden ini biasanya dilaksanakan ketika bulan Suro, jadi pada hujan pertama, setelahnya kita adakan Nguras Sendhang. Nah, satu minggu setelahnya Kum Kum Sinden-nya. Tetapi kadang hujan tidak pasti, bisa bergeser kalau kalender Jawa bulan 11, jadi kondisional,” tambahnya.

3C7875D8 FB8A 4914 B5E3 C7D386B91C2D
Potret prosesi Kum Kum Sinden di Sendang Made pada Minggu (23/2/2025) pagi, (Inggrid / Kabarterdepan.com)

Sementara itu, Elia dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Sebelas menilai Kum Kum Sinden memiliki potensi besar untuk ditetapkan sebagai warisan budaya nasional.

“Jadi pemerintah itu melalui Kementerian Kebudayaan menyelenggarakan ketetapan warisan kebudayaan tak benda Indonesia yang dilaksanakan setahun sekali,” jelasnya.

Inggit berharap pengakuan ini dapat meningkatkan perhatian pemerintah terhadap pelestarian tradisi ini.

“Harapannya pastinya kita pengen tetap lestari, kita pengen ini ditetapkan menjadi warisan budaya tak benda Indonesia (WBTBI). Jadi ketika sudah ditetapkan, kita berharap peran pemerintah itu ada dalam nyengkuyung kegiatan ini,” ujarnya.

Dengan semangat para pelaku budaya dan dukungan dari berbagai pihak, Kum Kum Sinden diharapkan tetap bertahan dan menjadi kebanggaan budaya bagi masyarakat Jombang. (Inggrid*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page