Tradisi Kum Kum Sinden Diajukan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2025

Avatar of Redaksi
EF822EEC 7580 4876 8EA9 0DC35D40EB32
Potret foto bersama Perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Sebelas (Inggrid / Kabarterdepan.com)

Jombang, Kabarterdepan.com – Tradisi Kum Kum Sinden yang digelar di Sendang Made, Kecamatan Kudu, Jombang, pada Minggu (23/2/2025), semakin dekat untuk diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI) tahun 2025.

Acara ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dan pegiat budaya dalam melestarikan warisan leluhur yang memiliki nilai sejarah serta spiritual tinggi.

Elia, perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Sebelas, menjelaskan bahwa setiap daerah memiliki kesempatan untuk mengajukan tradisi khasnya agar mendapatkan pengakuan sebagai warisan budaya nasional.

“Jadi pemerintah itu melalui Kementerian Kebudayaan menyelenggarakan ketetapan warisan kebudayaan tak benda Indonesia yang dilaksanakan setahun sekali, di mana setiap kabupaten atau kota mengusulkan potensi daerahnya untuk menjadi warisan negara yang diakui secara nasional,” ungkapnya.

5B305761 B7BE 4F32 8C6D AA95FBBEB043
Potret prosesi Kum Kum Sinden di Sendang Made, Kudu, Jombang pada Minggu (23/2/2025) pagi, (Inggrid / Kabarterdepan.com)

Lebih lanjut, Elia menyampaikan bahwa proses pengusulan Kum Kum Sinden telah berlangsung sejak tahun lalu dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah.

“Harapannya tentu kita berharap Kum Kum Sinden ini bisa ditekankan tanpa banyak revisi untuk usulannya. Kalau yang saya lihat, pengusulannya ini sudah dari tahun lalu, jadi data-data sudah mulai dikumpulkan. Lalu, pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga semangat sekali untuk mengusulkan, jadi melengkapi data maupun foto dokumentasi buat kajian dengan ahli. Jadi kami sih insya Allah optimis lah, mudah-mudahan bisa dikonfirmasi,” tambahnya.

Sementara itu, Inggit, koreografer Kum Kum Sinden, menuturkan bahwa acara berjalan dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.

“Alhamdulillah wasyukurillah, kegiatannya sangat lancar sekali,” ujarnya.

Pelestarian tradisi ini diharapkan dapat menjadi langkah penting bagi masyarakat Jombang dalam menjaga dan meneruskan warisan budaya kepada generasi mendatang. (Inggrid*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page