
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Kegiatan rekreasi sekolah seperti study tour atau kini berganti istilah menjadi outing class, sejak lama telah menjadi bagian tak terpisahkan dari dunia pendidikan.
Namun, di balik kedok pembelajaran di luar kelas, ada biaya tinggi yang harus dirogoh dari kantong orang tua siswa. Hal ini memunculkan dugaan bahwa kegiatan ini juga menjadi ladang bisnis bagi pihak tertentu.
Tragedi terbaru yang menimpa siswa di salah satu SMP di Kota Mojokerto saat sedang outing class hingga menyebabkan empat siswa meninggal akibat laka laut, semakin memperkuat kecurigaan baru. Apakah ada keuntungan tersembunyi bagi pihak sekolah dalam kerja sama dengan biro perjalanan wisata?
Bisnis Besar di Balik Outing Class
Seorang pengelola agen travel di Mojokerto yang enggan disebutkan identitasnya, mengungkapkan bahwa pemilihan travel dalam outing class seringkali melibatkan negosiasi keuntungan bagi pihak sekolah.
Saat pihaknya mengajukan penawaran ke salah satu SMP di Kota Mojokerto, guru atau panitia sekolah tersebut menanyakan besaran cashback yang akan diterima sekolah serta fasilitas yang didapatkan kepala sekolah dan panitia.
Menurut agen travel tersebut, harga yang dia tawarkan kala itu adalah Rp450 ribu per peserta, termasuk fasilitas free untuk 8 orang dan cashback Rp1 juta per bus.
“Harga pesaing saat pengajuan ke sekolah-sekolah itu beda-beda, kalau aku kemarin Rp450 ribu per pack, free 8 orang dan cashback 1 juta per unit (bus),” bebernya.
Namun, agen travel tersebut keberatan ketika kepala sekolah meminta komisi yang lebih besar.
“Kalau minta free dan cashback lebih mahal ya maaf ini aja harganya sudah nge-press. Kepala sekolah minta kurang lebih Rp10 juta setiap satu perjalanan,” katanya.
Keuntungan Besar yang Diberikan Travel
Sudah bukan rahasia umum lagi, bila suatu biro perjalanan wisata memberikan bonus yang menguntungkan pihak tertentu hingga bernilai jutaan rupiah. Agen travel tersebut mengungkapkan bahwa travel pesaingnya yang biasa digunakan oleh salah satu SMP di Kota Mojokerto menawarkan berbagai keuntungan besar— sebut saja travel X.
“Katanya kepala sekolah dapat tiket pesawat PP, terus panitia difasilitasi rekreasi sendiri berupa HE dan Innova Reborn, entah ke Bali atau Jogja kalau nginep, dan pihak sekolah dikasih kenang-kenangan sejumlah peserta,” ungkapnya.
Istilah tiket pesawat sendiri hanyalah metafora belaka karena harga tiket pesawat tidaklah murah sehingga dengan omon-omon tiket pesawat maka travel X akan memberikan bonus yang besarnya bisa mencapai seharga tiket pesawat.
Tak hanya itu, berdasarkan pengakuan guru SMP itu sendiri, jika ada kontrak kerja sama dengan travel X maka seluruh guru di sekolah akan mendapatkan fasilitas liburan gratis di hotel berbintang.
“Biasanya kalau kontrak itu semua guru-guru sekolah di rekreasikan ke Bali atau Jogja, permalam di hotel berbintang,” tambahnya.
Dugaan Peran Dinas Pendidikan
Lebih jauh, agen travel juga mengungkapkan, kemungkinan adanya peran Dinas Pendidikan Kota Mojokerto dalam memuluskan kerja sama antara sekolah dan para agen travel dalam memberikan bonus maupun cashback.
“Intinya, dari dinas ngasih acc, kemudian langsung acc kepala sekolah seluruh kota,” katanya.
Menurutnya, banyak biro perjalanan lain yang ingin menawarkan bisnisnya ke sekolah-sekolah hanya dianggap sebagai formalitas saja karena adanya dugaan aturan tak tertulis yang menguntungkan satu pihak sebab pada akhirnya sekolah telah memiliki opsi untuk menggunakan agen travel yang bisa memberikannya keuntungan besar.
“Makanya kan biro-biro yang lain berani masuk ke sekolah-sekolah otomatis dibuat pra-syarat aja, biro-biro yang lain seperti saya hanya untuk buang sampah dan benar saja travel yang dipakai pada akhirnya ya travel X,” katanya.
Dengan adanya dugaan praktik bisnis dalam outing class ini, masyarakat mulai mempertanyakan apakah kegiatan tersebut benar-benar demi kepentingan pendidikan atau hanya menjadi ladang bisnis yang menguntungkan pihak tertentu. (Tim Redaksi*)
Hingga berita ini ditayangkan, pihak Dinas Pendidikan Kota Mojokerto belum memberikan konfirmasi terkait hal tersebut meskipun sudah dihubungi via WhatsApp.
