
Mojokerto, Kabarterdepan.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mojokerto menggelar workshop literasi bertajuk Menghias Toples Lebaran pada Rabu (19/2/2025) di Gedung Literasi Sokoo, Mojokerto. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan ibu rumah tangga yang antusias belajar keterampilan baru dalam menghias toples untuk menyambut Hari Raya Idulfitri.
Workshop ini bertujuan untuk memberikan pengalaman kreatif bagi ibu rumah tangga serta meningkatkan keterampilan mereka dalam dekorasi. Dengan bimbingan instruktur yang ahli di bidang kerajinan tangan, para peserta diajarkan berbagai teknik menghias toples, mulai dari penggunaan kain perca, pita, hingga teknik decoupage yang menghasilkan tampilan unik dan menarik.
Manfaat utama dari kegiatan ini adalah memberikan kesempatan bagi ibu rumah tangga untuk mengembangkan keterampilan yang berpotensi menjadi peluang usaha. Dengan kreativitas yang diasah, mereka dapat menjual hasil karyanya atau menerima pesanan dari masyarakat sekitar, sehingga menambah pemasukan keluarga.
Selain aspek ekonomi, workshop ini juga memiliki manfaat psikologis. Kegiatan menghias toples dapat menjadi terapi yang menyenangkan dan mengurangi stres. Bagi ibu rumah tangga yang sehari-hari disibukkan dengan rutinitas rumah tangga, kegiatan ini menjadi sarana refreshing sekaligus meningkatkan rasa percaya diri mereka dalam berkarya.

Workshop literasi ini juga menjadi ajang interaksi sosial bagi para peserta. Mereka dapat berbagi pengalaman, berdiskusi, serta memperluas jaringan pertemanan dengan sesama ibu rumah tangga yang memiliki minat serupa. Kebersamaan dalam belajar dan berkreasi menciptakan suasana yang hangat serta meningkatkan semangat untuk terus berkarya.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mojokerto berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Dengan menggabungkan unsur literasi dan keterampilan, workshop semacam ini tidak hanya meningkatkan kreativitas individu, tetapi juga memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan diri bagi masyarakat.
Dengan adanya kegiatan ini, para ibu rumah tangga tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga mendapatkan inspirasi untuk terus berkarya dan berinovasi. (Inggrid*)
