
Dharmasraya,KabarTerdepan.com- Kapolres Dharmasraya AKBP Bagus Ikhwan.angkat bicara terkait penanganan kasus kriminalitas yang terjadi di wilayah polres Dharmasraya, terutama kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) yang terjadi di Ruko Barokah, Sungai Betung beberapa bulan lalu.
Terkait hal itu Kapolres Dharmasraya, membantah tuduhan penegak hukum di Ranah Cati Nan Tigo ini tidak bekerja secara maksimal
“Dari awal Kami telah melakukan upaya-upaya seperti mendatangi TKP, melakukan olah TKP dan mengumpulkan Barang Bukti serta Mengamankan rekaman CCTV di TKP,” Ungkapnya, Rabu (19/2/2025).
Selain itu, Polres Dharmasraya juga telah membentuk Personel Gabungan Polres dan Polsek (timsus) guna penanganan yang optimal. Tim Khusus yang dibentuk ini terdiri dari 4 tim yang masing masing tim dipimpin oleh Perwira yang bergerak untuk melakukan penyelidikkan dilapangan.
Tidak hanya itu saja, Polres Dharmasraya juga telah mengirimkan hasil olah TKP ke labfor di Riau berupa rekaman CCTV, Sidik jari, selongsong dan proyektil yg ditemukan di TKP. Namun didapati info bahwa untuk sidik jari yang didapati di TKP tidak dapat di baca, hasil rekaman CCTV tidak menampakkan wajah dari pelaku sedangkan untuk hasil selongsong dan proyektil belum keluar hasilnya.
Selanjutnya Polres Dharmasraya juga telah meminta untuk celldum dan celebrate Hp dari orang orang yg di curigai namun hasilnya juga belum keluar.
Kapolres menambahkan, Polres telah melakukan kerjasama dan koordinasi dengan sejumlah Polres, namun sampai saat ini belum ada hasil yang didapati.
“Kami dari Polres Dharmasraya terus berupaya untuk mengungkap atas kasus yang terjadi dan mohon kerjasama dari semua pihak apabila mendapatkan informasi agar segera disampaikan ke polres Dharmasraya,” tutupnya (Dicka)
