
Yogyakarta, Kabarterdepan.com – Beberapa sekolah di Kota Yogyakarta telah memulai program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (17/2/2025).
Salah satunya ada di SMKN 4 Yogyakarta, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang sudah mendapatkan jatah distribusi pertama kali.
Para siswa mulai menyantap makanan pada jam istirahat pukul 09.20 WIB. Mekanisme untuk menggunakan jam istirahat tersebut akan selalu dilakukan yang setiap minggunya akan berjalan hingga hari Jumat.
Tanggapan Kepala SMKN 4 Kota Yogyakarta
Kepala SMKN 4Â Yogyakarta, Nurlatifah Hidayati menyampaikan jika dalam kesempatan tersebut makanan yang disediakan dinikmati oleh para siswa.
“Alhamdulillah semua berjalan lancar, tidak ada yang kurang, semua lengkap ada 640 boks yang diberikan kepada anak-anak,” katanya saat diwawancarai wartawan.
Ia menuturkan berdasarkan testimoni para siswa, menu yang disediakan cukup lengkap. Kendati begitu ia berharap untuk menu berikutnya yang disajikan bisa lebih bervariatif.
Nur menyampaikan, pihak sekolah sebelumnya juga telah memberikan himbauan kepada para siswa agar tidak perlu sarapan di rumah karena sudah disediakan makan di sekolah.
Untuk tahap pertama ini, ia menyampaikan jika tidak semua kelas mendapatkan jatah MBG masih mengikuti kunjungan industri dan praktek kerja lapangan (PKL).
“640 box itu di 18 kelas, minggu ini baru kelas 10, kelas 11 masih kunjungan industri di Bali selama 1 minggu. Minggu depan kemungkinan sudah lengkap untuk kelas 10 dan 11, karena kelas 12 PKL 6 bulan, berarti tidak mendapatkan manfaat,” katanya.
Dengan adanya MBG, sekolah berupaya membentuk kedisiplinan bagi siswa dengan tertib menggunakan hingga mengembalikan nampan secara tertib untuk pembelajaran.
“Kalau aturan tertulis itu belum ada cuma kan mengkondisikan di sekolah supaya anak tertib dan disiplin, ini kami yang membuat aturan aturan bagi siswa untuk mengembalikan (nampan) sesuai jumlah yang diambil,” katanya
“Ini aturan murni dari sekolah buat pembelajaran anak anak, agar disiplin, kalau tidak diatur nanti akan menjadi tidak tertib dan sembarangan menaruhnya,” katanya. (Hadid Husaini)
