Bukan Sembarang Pohon! Inilah Alasan Trembesi Ditanam di Sepanjang Jalan

Avatar of Redaksi
IMG 20241106 WA0012 11zon 768x432 1
Potret perampingan Pohon Trembesi di Mojokerto (Riris / Kabarterdepan.com)

Nasional, Kabarterdepan.com – Kita sering menjumpai pohon-pohon besar berjajar di pinggir jalan yang membuat jalan menjadi rindang. Namun, pernahkah kamu bertanya-tanya pohon apa itu? Dan mengapa ditanam di sepanjang jalan?

Bila pohon tersebut memiliki ciri-ciri berukuran besar dan tinggi mencapai 20-40 meter; batang berwarna coklat kehitaman, beralur, dan kasar; bertajuk lebar dan rindang menyerupai payung; serta bunga berwarna putih, maka kemungkinan besar itu adalah pohon Trembesi (Samanea saman).

Pohon Trembesi banyak ditanam di pinggir jalan karena berbagai manfaat ekologisnya.

Pohon yang Efektif Menyerap Polusi Udara

Salah satu alasan utama pohon Trembesi banyak ditanam di sepanjang jalan adalah kemampuannya dalam menyerap polusi udara. Sebagai contoh di kota besar yang dipenuhi kendaraan bermotor dan aktivitas industri, tingkat polusi udara sering kali menjadi perhatian serius. Trembesi hadir sebagai solusi alami yang dapat membantu mengurangi dampak pencemaran udara.

“Trembesi itu salah satu pohon penghijauan yang sangat bagus, karena dia itu dari hasil penelitian, dia bisa menyerap bahan-bahan pencemar udara,” ungkap Satrijo Wiweko, pakar lingkungan sekaligus Direktur Sahabat Lingkungan peraih Kalpataru Jatim dalam Podcast Kabar Terdepan, Jumat (14/2/2025).

Dengan daya serap polusi yang tinggi, Trembesi menjadi salah satu solusi alami dalam mengurangi dampak pencemaran udara di kawasan perkotaan.

Memerlukan Ruang Terbuka Hijau yang Memadai

Meskipun memiliki banyak manfaat, Trembesi membutuhkan ruang yang cukup untuk tumbuh secara optimal. Banyak pohon ini ditanam di jalan-jalan utama atau taman-taman kota yang memiliki area terbuka luas. Hal ini bertujuan agar akarnya bisa berkembang dengan baik tanpa merusak infrastruktur sekitar.

“Sayangnya pohon trembesi ini kalau ditanam di tempat penghijauan itu harus ada space ruang terbuka hijau gitu ya. Jadi di tengah, misalnya di tengah jalan gitu ya. Itu ada ruang terbuka hijau, ada tanah untuk menanamnya gitu ya,” jelas Satrijo Wiweko.

Oleh karena itu, penanaman Trembesi harus mempertimbangkan luas lahan agar pertumbuhan pohon tidak terganggu dan tetap bisa memberikan manfaat optimal.

Contoh Implementasi di Kota Besar

Di beberapa kota besar di Indonesia, Trembesi telah menjadi bagian dari penghijauan perkotaan. Banyak ruas jalan dan area publik yang memanfaatkan pohon ini untuk menciptakan lingkungan yang lebih sejuk dan nyaman.

“Kalau di Surabaya kita lihat contoh kayak di Merr, kayak di Kertajaya Indah, itu kan lebar, itu hampir semuanya trembesi. Misalnya di Taman Dayu (Pasuruan) itu penghijauannya seperti itu atau Green Valley di Malang, itu juga penghijauannya trembesi. Memang trembesi itu sangat bagus,” tambahnya.

Selain itu, di berbagai area dengan lahan luas seperti di beberapa kampus dan tempat ibadah di Surabaya, Trembesi sering menjadi pilihan utama.

“Nah, contoh kalau yang lahannya luas, misalnya kayak di kampus ITS, di Masjid Agung, di kampus UNAIR, itu penghijauan-penghijauannya pakai trembesi sangat bagus,” ujarnya.

Manfaat Ekologis bagi Satwa Liar

Selain memberikan keteduhan dan menyerap polusi, Trembesi juga berperan dalam ekosistem satwa liar. Pohon ini menarik berbagai jenis burung dan serangga yang menjadikannya sebagai habitat alami. Daun Trembesi yang gugur juga memiliki manfaat tambahan bagi kesuburan tanah.

“Karena trembesi itu di samping dia bisa menyerap pencemaran udara, kemudian dia sistem daunnya kalau gugur, itu fungsinya sebagai pupuk nitrogen yang mengandung nitrogen sehingga dia bisa membantu menyuburkan tanah, kemudian di proses pembungaannya itu disukai oleh satwa mulai dari serangga, kelelawar, walet, burung kutilang, burung trucukan, derkuku banyak,” ungkap Satrijo.

Khusus di Surabaya, Trembesi juga menjadi habitat bagi burung-burung tertentu.

“Makanya kalau di Surabaya itu banyak pohon trembesi di ruang-ruang terbuka pasti di sana burung derkuku banyak. Misalnya kayak di Taman Surya itu burung derkuku liar selalu diberi jagung dan burung derkuku liarnya sudah hinggap di sekitar pohon tersebut karena interaksi dengan satwa liar itu sangat bagus tanaman trembesi,” tambahnya.

Tantangan dalam Penanaman Trembesi

Namun, meskipun memiliki banyak manfaat, Trembesi juga membutuhkan ruang yang cukup agar dapat tumbuh dengan baik dan tidak membahayakan lingkungan sekitar. Jika ditanam di area yang sempit atau dekat dengan bangunan, pohon ini berpotensi merusak infrastruktur akibat sistem akarnya yang besar.

“Tapi kalau itu dijepit ya jangan harap berfungsi dengan baik secara ekologis tapi justru nanti akan bisa menjadi ancaman. Jadi petaka, karena pohon trembesi itu batangnya bisa sampai besar. Dia jangkauannya bisa hampir 5 meter, kalau dia cabang menyampingnya bisa sampai 6 meter gitu,” jelasnya.

Penanaman Trembesi di area yang terlalu sempit atau terhimpit oleh beton dapat berisiko menyebabkan kerusakan hingga tumbang.

“Walaupun ratusan tahun tapi masih kokoh karena di sekitarnya baik, tapi kalau di sekitarnya sudah dipres dengan beton-beton itu sangat mengkhawatirkan dan ini bisa patah,” tutupnya.

Pohon Trembesi adalah pilihan ideal untuk penghijauan karena kemampuannya dalam menyerap polusi, menyediakan keteduhan, serta mendukung keberlangsungan ekosistem satwa liar. Namun, penanaman pohon ini harus mempertimbangkan luas lahan agar pertumbuhannya tetap optimal dan tidak menimbulkan masalah di masa depan. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page