Buntut Ajakan Carok, Komunitas Madura di Yogyakarta Temui Sultan, Begini 2 Solusinya

Avatar of Redaksi
komunitas madura
Keluarga Madura Yogyakarta (KMY) menemui Gubernur DIY, Sri Sultan HB X didampingi oleh Kapolda DIY, Irjen Pol Suwondo Nainggolan pada Rabu (13/2/2025) di Kepatihan, Danurejan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). (Humas Pemprov DIY for kabarterdepan.com)

Kota Yogyakarta, kabarterdepan.com- Komunitas madura diberikan ruang dialog oleh Gubernur DIY, Sri Sultan HB X yang menamakan dirinya Keluarga Madura Yogyakarta (KMY) atas ketegangan yang sempat terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Ketegangan itu akibat surat yang berisi tantangan untuk carok yang beredar di media sosial dengan masyarakat kelompok Papua yang ada di Yogyakarta.

Komunitas Madura

Sebelumnya, terjadi ketegangan akibat seseorang yang ingin meminta rokok namun tidak mau membayar di sebuah warung kelontong milik Komunitas Madura di Babarsari, Sleman dengan cara memaksa. Hal tersebut membuat adanya perselisihan yang mengakibatkan adanya kekerasan.

Dalam audiensi yang dilakukan di Kompleks Kepatihan, Suryatmajan, Danurejan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Rabu (12/2/2025) tersebut, Ngarsa Dalem menyampaikan jika telah melakukan pertemuan pihak-pihak yang bersitegang.

Melalui Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), disebutnya komunitas Madura sudah menjelaskan terkait dengan maksud dari surat carok yang dilayangkan.

komunitas madura

Sultan menyampaikan dalam audiensi tersebut, telah menghasilkan kesimpulan yang bisa menjadi solusi jangka pendek guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang dialami oleh para pemilik toko kelontong sebelumnya.

“Hanya dua kesimpulan untuk jangka pendek, yaitu warung punya tulisan ‘bayar tunai’. Perkara dibantu gratis itu setiap individu secara hukum punya posisi bayar tunai kedua terjadi pemaksaan dan sebagainya,” kata Sultan.

“Kedua, Kami minta proses hukum ya kan dijalankan konsisten, supaya dengan begitu kondisi ketegangan menurun dan tidak terjadi lagi. Itu saja keputusan yang bisa dilakukan segera untuk menghindari salah paham. Kalau proses surat menyurat sudah selesai,” Imbuhnya.

Kapolda DIY, Irjen Pol Suwondo Nainggolan menyampaikan jika dialog yang dilakukan bersama dengan KMY guna meluruskan atas suasana panas yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Ia menyampaikan jika gubernur telah meminta kepada TNI maupun Polri untuk meningkatkan keamanan di masyarakat.

Ia menyampaikan akan selalu memberikan informasi terbaru terkait kondisi kamtibmas kepada Sultan agar bisa terus dipantau.

“Kami mendatangi seluruhnya aparat setiap kelompok datang ke setiap kelompok masyarakat mendesksikan duduk permasalahannya seperti apa masing masing tahu secara real permasalahan yang terjadi kasus per kasus,” ujarnya.

Sementara itu, juru bicara KMY, Mahrus Ali menyampaikan selama ini pihaknya telah menerima 15 laporan terkait dengan kasus intimidasi yang sebelumnya dialami oleh toko kelontong milik warga Madura.

Kendati begitu, pihaknya tidak ingin memperlebar masalah yang suda berlalu. Pihaknya juta tidak ingin kelompok Madura berlaku rasis dengan membatasi pembeli kepada etnis tertentu. Ia menyampaikan masyarakat Madura yang ada di Yogyakarta selalu menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika.

“Solusi atas permasalahan selesai, sudah ada susulan praktis dari Ngarsa Dalem. Teman-teman kami perdagangan warung kelontong supaya ditulis bayar tunai,” katanya.

“Selama ini Yogyakarta selalu aman. Kami ingin meredam jangan sampai ada carok, bukan carok orientasinya, tapi supaya ayo kita dengar tidak mudah marah,” pungkasnya. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page