Keseruan Siswa SMP Negeri 6 Kota Mojokerto Belajar Budidaya Daun Kelor

Avatar of Redaksi
Screenshot 20250213 094409
Siswa SMP Negeri 6 Kota Mojokerto mendapat banyak ilmu tentang daun kelor. (Steven/kabarterdepan.com)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Kota Mojokerto berkesempatan untuk lebih mengenal kearifan lokal melalui kegiatan Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila bertajuk Kearifan Lokal Daun Ajaib Nusantara, Senin (10/02/2025)

Program ini bertujuan memperkenalkan manfaat serta teknik menanam pohon kelor secara langsung kepada para siswa.

Kegiatan ini berlangsung seru, dimulai dengan sesi sosialisasi di sekolah, diikuti dengan persiapan keberangkatan ke kebun kelor yang berada tepat di belakang Taman Pintar Pulorejo, Kota Mojokerto. Sesampainya di lokasi, para siswa mengamati langsung proses penanaman serta pemanenan daun kelor.

Salah satu panitia kegiatan, Qoirun Nisak, menjelaskan bahwa pohon kelor dapat ditanam melalui dua metode, yakni menggunakan biji atau batang ranting.

“Menanam dengan biji menghasilkan akar yang lebih kuat, sementara metode batang ranting lebih cepat bertunas,” ujar Nisak saat memberikan arahan di kebun kelor.

“Jika ditanam dari batang, dalam waktu satu minggu biasanya sudah muncul tunas baru,” tambahnya.

Siswa tidak hanya belajar menanam, tetapi juga cara merawat dan memanen kelor. Di kebun ini, tanaman dipangkas saat tanaman sudah bertumbuh tinggi satu meter agar lebih mudah dipanen.

“Di sini, pohon kelor tidak perlu dibiarkan tumbuh tinggi karena yang dibutuhkan adalah daunnya,” jelas Nisak.

“Pemangkasan ini dilakukan secara rutin setiap bulan agar daun kelor tetap dalam kondisi optimal,” tambahnya.

Lebih dari sekadar budidaya, siswa juga belajar tentang berbagai manfaat daun kelor, mulai dari aspek pangan, kesehatan, hingga kegunaannya dalam tradisi spiritual. Daun kelor kaya akan antioksidan dan sering digunakan dalam berbagai olahan makanan, seperti sayur, lauk-pauk, hingga camilan sehat.

“Kelor juga memiliki kegunaan dalam dunia spiritual. Biasanya digunakan dalam ritual doa dan sering dipakai dalam proses pemandian jenazah,” imbuhnya.

Screenshot 20250213 094714
Foto Panitia Bersama di SMP 6 Kota Mojokerto.

Siswa menyaksikan secara langsung proses pemetikan daun kelor dengan teknik yang benar agar tidak merusak pohon. Mereka juga diajarkan cara membedakan daun muda dan tua. Daun muda di lima ruas teratas lebih cocok untuk sayur, sedangkan daun yang lebih tua biasanya dikeringkan untuk teh

Untuk menambah semangat, panitia mengadakan permainan interaktif yang membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan.

Kegiatan ini memberi siswa wawasan tentang kelor sekaligus pentingnya melestarikan kearifan lokal. Diharapkan, pengalaman ini menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap tanaman herbal yang kaya manfaat. (Steven)

Responsive Images

You cannot copy content of this page