Sabtu Legi Pulorejo, Gandrung Sholawat dan Keroncong Wande Meriahkan Masyarakat

Avatar of Redaksi
WhatsApp Image 2025 02 12 at 22.40.29 3ce087ea
Rutinan Sabtu Legi Gandrung Sholawat Feat Keroncong Wande Diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Pulorejo, Sabtu (8/2/2025) (Tantri / Kabarterdepan.com)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Pimpinan Ranting Pulorejo menggelar Rutinan Sabtu Legi pada 8 Februari 2025 di halaman Masjid Iktikaf Ad-darusslam BC 2, Kel. Pulorejo mulai pukul 19.30-22.00 WIB. Setiap Sabtu Legi, warga Pulorejo merasakan semarak suasana yang berbeda berkat kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh komunitas Gandrung Sholawat.

Kegiatan ini tidak hanya menarik perhatian masyarakat lokal, tetapi juga pengunjung dari berbagai daerah, yang datang untuk menikmati paduan seni, musik, dan kajian keagamaan dalam sebuah acara yang penuh kebersamaan dan semangat spiritual.

Menurut WN (23) warga Pulorejo, acara ini bertujuan untuk mempererat hubungan antar sesama warga, dengan tetap menjaga semangat religiusitas dan tradisi budaya yang telah ada sejak lama.

“Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk mempererat ukhuwah islamiyah serta memberikan manfaat bagi masyarakat Pulorejo. Melalui seni dan kajian agama, kami ingin menciptakan lingkungan yang harmonis, penuh dengan kasih sayang dan saling pengertian,” ujarnya.

Kegiatan ini dikenal sebagai ajang pertemuan antara hiburan dan pendidikan agama yang berlangsung setiap pekan di desa yang berada di wilayah Mojokerto bagian timur ini.

Susunan acara meliputi pembukaan, sambutan dan sholawat dari komunitas Gandrung Sholawat, dilanjutkan Halaqah Cinta hingga sampai di puncak acara Feat Keroncong Wande.

Gandrung Sholawat telah menjadi simbol dari kebersamaan dan kekuatan komunitas di Pulorejo. Setiap pekannya, acara ini berlangsung dengan menghadirkan berbagai kegiatan yang menggabungkan tradisi seni dan agama.

Salah satu highlight utama dari acara ini adalah penampilan dari Keroncong Wande, grup keroncong yang terkenal dengan sajian musik keroncong yang bernuansa tradisional namun tetap relevan dengan masa kini.

Musik keroncong, dengan alunan melodi yang lembut dan lirik penuh makna, mampu memukau siapa saja yang hadir. Lagu-lagu klasik, seperti “Bengawan Solo” atau “Yogyakarta”, dibawakan dengan penuh emosi dan kesan yang mendalam, membawa kenangan dan suasana nostalgia bagi pendengarnya.

Selain keroncong, acara ini juga diwarnai dengan kegiatan Halaqah Cinta, sebuah kajian keagamaan yang bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih mendalam tentang ajaran agama dengan pendekatan yang penuh kasih dan cinta.

Halaqah Cinta ini dihadirkan dalam suasana yang santai namun penuh khidmat, dengan pembicara-pembicara yang diundang untuk membagikan ilmu pengetahuan agama kepada para peserta.

Dalam kajian ini, para peserta diberi kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan bertanya seputar masalah kehidupan sehari-hari yang relevan dengan ajaran agama, serta berbicara tentang pentingnya nilai cinta dan kasih sayang dalam kehidupan.

Keberadaan kegiatan Sabtu Legi ini bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ajang penguatan spiritualitas dan pembentukan karakter masyarakat yang lebih baik.

Halqah Cinta sebagai bagian dari kegiatan ini memberi dampak positif bagi para peserta untuk lebih mendalami ilmu agama dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.

Diskusi-diskusi dalam kajian ini tidak hanya mengenai hal-hal yang bersifat teoritis, tetapi juga praktis, menyentuh langsung kehidupan sehari-hari yang relevan dengan cara hidup yang penuh cinta dan kasih sayang.

Pentingnya kegiatan ini juga terlihat dari antusiasme para peserta yang berasal dari berbagai kalangan, baik muda maupun tua.

Mereka datang tidak hanya untuk sekadar menikmati hiburan musik, tetapi juga untuk menyegarkan kembali hati dan pikiran dengan ilmu agama yang lebih mendalam.

Hal ini menunjukkan bahwa acara Gandrung Shalawat menjadi sarana penting dalam menjaga keseimbangan antara seni dan spiritualitas dalam kehidupan masyarakat modern.

Acara ini juga memberi kontribusi besar terhadap kebersamaan masyarakat Pulorejo. Di tengah kesibukan dan tantangan hidup sehari-hari, acara ini berhasil menciptakan ruang bagi warga untuk saling bertemu, berinteraksi, dan mempererat tali silaturahmi.

Sebagai bagian dari komitmen untuk menjaga budaya lokal dan menghidupkan kembali tradisi seni, Gandrung Sholawat juga mengundang generasi muda untuk ikut serta dalam setiap kegiatan.

Seiring berkembangnya acara ini, Gandrung Sholawat semakin mendapatkan tempat di hati masyarakat Mojokerto dan sekitarnya.

Tidak hanya sebagai hiburan, namun juga sebagai wadah untuk memperdalam keimanan, mempererat hubungan antar warga, serta menumbuhkan rasa cinta kepada budaya dan agama.

Melalui acara yang rutin diadakan setiap Sabtu Legi ini, Pulorejo kini semakin dikenal sebagai pusat kebudayaan dan spiritualitas yang menarik, dengan kegiatan yang membawa dampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Gandrung Sholawat tidak hanya menjadi kegiatan yang menyatukan seni dan agama, tetapi juga menjadi simbol kekuatan sosial yang dapat menginspirasi daerah lain untuk menggelar acara serupa.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, Pulorejo dan Mojokerto semakin memperkaya tradisi dan kehidupan sosial mereka, menciptakan ruang yang lebih harmonis dan penuh kasih bagi generasi masa depan. (Tantri*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page