
Sukabumi, Kabarterdepan.com – Sejumlah massa dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Jampang Tandang Makalangan (JTM) menggeruduk dan menggelar aksi di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi, Rabu (12/2/2025).
Mereka menuntut Kejari Sukabumi segera menindak lanjuti dugaan pelanggaran hukum pidana terkait Kepala Desa Neglasari, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi yang dinilai sudah menyelewengkan Dana Desa. Massa aksi berharap Kepala Desa Neglasari mundur dari jabatannya.
Menurut Ketua DPC JTM Suparman, aksi di Kejari Sukabumi adalah meminta Kejari segela menindak lanjuti atas tuduhannya terhadap Kepala Desa Neglasari dinilai telah menyelewengkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) serta insentif lainnya.
Menurut Suparman aksi serupa sudah pernah dilakukan di Kantor Desa dua kali Pada tanggal 17 dan tanggal 30 Januari 2025 dengan tuntutan yang sama
“Saya selaku Ketua Jampang Tandang mengawal proses terjadinya Penyelawengan yang terjadi di Desa Neglasari, dan bersama Gerakan Neglasari Bersih yang hari ini menuntut kepada pemerintah APH Kejaksaan untuk segera menindak lanjut,” kata Suparman.
Suparman meminta transparansi dari kasus tersebut. Ia berharap jangan sampai dari pihak inspektorat itu ada main mata dengan siapapun.
“Yang dulu itu kurang lebih di angka 144 juta. Nah hari ini pun terjadi lagi terkait adanya dugaan penggelapan pajak dan kita sudah melaporkan ke pihak Kejaksaan, dengan anggaran pajak di tahun 2021 sampai 2024. Berarti kurang lebih 4 tahun. Pajak untuk Desa Neglasari itu kurang lebih di angka 400 jutaan bumi dan bangunan,” papar Suparman.
Lebih lanjut Suparman mengatakan, hasil temuan dari BPD adalah penyelewengan BLT DD untuk 35 Orang sebesar Rp 300 Ribu selama 8 bulan, belum lagi perkara revitalisasi posyandu dan insentif guru ngaji selama 12 bulan tidak dibayarkan.
“Guru PAUD insentifnya nggak dibayarkan juga selama 12 bulan, belum yang lain-lainnya”Pungkas Suparman kepada Media
Massa aksi meminta inspektorat mengecek infrastruktur jalan desa yang baru dibangun dua bulan tetapi sudah mulai hancur.
“Apakah maksimal atau tidak anggaran yang diterapkan sesuai dengan budget RAB,” pungkasnya.
Usai menyampaikan tutuntan, para peserta aksi bubar. Aksi massa tersebut berjalan dami dan tertib serta mendapatkan penjagaan ketat dari petugas dari Polres Sukabumi. (M Idris)
