Galaxy S25 dan Langganan AI: Cara Baru dalam Membeli Smartphone

Avatar of Redaksi
WhatsApp Image 2025 02 11 at 11.32.56 AM
Ilustrasi Galaxy 25.

Teknologi, Kabarterdepan.com – Samsung baru saja mengumumkan ‘New Galaxy AI Subscription Club’ bersamaan dengan peluncuran seri Galaxy S25. Program ini bertujuan untuk merevolusi cara konsumen membeli smartphone, di mana pelanggan dapat melakukan upgrade ke model terbaru tanpa harus membayar penuh di awal. Sebagai gantinya, mereka dapat menjual kembali perangkatnya ke Samsung tahun berikutnya saat model penerus hadir. Program ini juga menawarkan sejumlah keuntungan tambahan bagi pelanggan.

Kesuksesan ‘New Galaxy AI Subscription Club’

Program ini mendapat respons positif. Menurut laporan Sammy Fans, sekitar 30% pembeli perangkat unlocked melalui situs resmi Samsung memilih berlangganan program ini. Dari angka tersebut, 60% pelanggan berasal dari kelompok usia 20-an dan 30-an—sebuah demografi yang lebih terbuka terhadap model langganan dan cenderung sering melakukan upgrade perangkat.

Sebagai bagian dari manfaat tambahan, program ini menjamin nilai residu sebesar 50% bagi pelanggan yang mengembalikan Galaxy S25 setelah 12 bulan pembelian. Kredit tersebut dapat digunakan untuk membeli perangkat Galaxy S terbaru, sehingga memungkinkan pengguna mendapatkan model terbaru dengan harga setengahnya. Jika perangkat dikembalikan setelah 24 bulan, Samsung akan memberikan kredit hingga 40% dari harga awal perangkat.

Pengurangan biaya awal pembelian, ditambah dengan berbagai keuntungan tersebut, menjadikan skema langganan ini lebih menarik dibandingkan metode pembayaran konvensional secara penuh di awal.

Galaxy S25 dan Fitur AI Canggih

Dari segi hardware, tidak banyak perubahan signifikan dibandingkan model tahun lalu, selain beberapa penyesuaian desain eksternal. Sebagian besar komponen internal dan tata letaknya tetap serupa. Namun, Samsung melakukan beberapa restrukturisasi internal, misalnya, S Pen dengan dukungan Bluetooth dari model sebelumnya hampir pas dengan model tahun ini, tetapi tidak bisa terkunci di tempatnya.

Di sisi perangkat lunak, seri Galaxy S25 menawarkan fitur kecerdasan buatan (AI) yang lebih canggih. Salah satunya adalah Object Eraser, fitur yang memungkinkan pengguna menghapus objek dalam foto dengan mudah. Namun, Samsung mengisyaratkan bahwa fitur-fitur berbasis AI ini mungkin akan dimasukkan dalam paket langganan mulai tahun depan.

Hal ini sejalan dengan tren industri di mana AI menjadi elemen kunci dalam diferensiasi smartphone premium. Google Pixel, misalnya, telah mengintegrasikan AI untuk fotografi computational dan fitur asisten cerdas. Apple juga dikabarkan akan membawa AI lebih dalam ke ekosistem iOS di masa depan.

Opini: Langkah Cerdas atau Strategi Komersial?

Model langganan semacam ini bukan hal baru di industri teknologi. Apple, misalnya, memiliki program “iPhone Upgrade Program” yang memungkinkan pelanggan mendapatkan model iPhone terbaru setiap tahun dengan pembayaran cicilan bulanan. Namun, pendekatan Samsung dengan menyertakan fitur AI dalam model langganannya berpotensi menuai pro dan kontra.

Di satu sisi, skema ini bisa memberikan akses yang lebih mudah ke teknologi terbaru tanpa harus mengeluarkan biaya besar di awal. Ini bisa menarik bagi pengguna yang selalu ingin menggunakan perangkat terbaru. Namun, di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa semakin banyak fitur penting yang terkunci di balik paywall berlangganan, yang justru bisa membuat pengalaman pengguna terbatas jika mereka tidak ingin membayar lebih.

Keputusan Samsung untuk menjadikan fitur AI sebagai bagian dari langganan bisa menjadi strategi komersial jangka panjang. Jika pasar menerimanya dengan baik, bukan tidak mungkin produsen lain akan mengikuti langkah serupa. Namun, jika konsumen merasa terbebani dengan biaya tambahan, bisa jadi model bisnis ini justru akan menuai kritik.

Ke depan, akan menarik untuk melihat bagaimana respons pasar terhadap program ini, serta apakah model bisnis berbasis langganan akan menjadi standar baru dalam industri smartphone. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page