
Surabaya, Kabarterdepan.com – Ribuan wanita muslimah dari berbagai daerah, seperti Malang, Situbondo, Kediri, Mojokerto, dan Jombang, menghadiri kajian inspiratif yang disampaikan oleh Ustadzah Syarifah Halimah Alaydrus di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. Kajian bertajuk “Semua Tentang Cinta: Cintaku, Cintamu, dan Cinta Kepada-Nya” ini berlangsung sejak pukul 07.00 WIB dan dapat diikuti secara gratis tanpa biaya apa pun.
Dalam tausiyahnya, Ustadzah Syarifah menyampaikan bahwa hati memiliki peran penting dalam kehidupan spiritual manusia.
“Hati itu mempunyai pekerjaan, pekerjaan hati itu mencintai dan membenci. Jika ia dipersembahkan dengan yang semestinya, maka hatimu akan bercahaya,” tuturnya di hadapan ribuan jamaah yang khusyuk mendengarkan.
Beliau juga menegaskan bahwa ketundukan hati kepada Allah adalah bentuk cinta yang paling hakiki.
“Hati kalau sudah sujud tidak akan terangkat sesudahnya sama sekali. Hati kalau udah sujud nggak ada duduknya, hati kalau udah sujud nggak ada bangunnya. Sujud terus kepada Allah SWT, kepada cinta yang semestinya,” katanya dengan penuh ketegasan.
Selain itu, beliau menjelaskan bahwa perasaan cinta yang muncul dalam diri seseorang adalah cara Allah memberi pelajaran.
“Ketika kamu jatuh cinta, itu cara Allah mengenalkan pada dirimu. Memberitahu padamu bahwa hatimu normal, hatimu bisa secinta itu. Tapi bukan untuk kamu ikuti, itu pelajaran buat kamu ambil,” jelasnya.
Tak hanya tentang jatuh cinta, Ustadzah Syarifah juga mengingatkan bahwa setelah merasakan cinta, seseorang pasti akan diuji dengan kehilangan.
“Sesudah jatuh cinta, berapa lama kemudian Allah akan mengenalkan kepadamu rasanya patah hati,” ujarnya.
Respon positif pun datang dari para jamaah. Alista (21), salah satu peserta asal Jombang, mengaku sangat terkesan dengan kajian ini.
“Baru pertama kali ikut kajian ini, sangat menakjubkan, masyaallah! karna kajiannya tidak diperkenankan ngerekam dan memotret. Jadi lebih intens tanpa banyak jamaah yang sibuk HP-an. Beliau juga adem banget pembawaannya,” ungkapnya dengan penuh antusias.
Kajian ini memberikan pengalaman spiritual yang mendalam bagi para peserta, tidak hanya melalui isi ceramahnya yang penuh hikmah, tetapi juga suasana yang mendukung kekhusyukan dalam mendekatkan diri kepada Allah. (Inggrid*)
