Ratusan Orang Alami Keracunan Usai Santap Siomay Hajatan, Sleman Segera Nyatakan KLB

Avatar of Redaksi
keracunan
Plt Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman saat diwawancarai terkait dengan keracunan di Tempel, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (10/2/2025). (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)

Sleman, kabarterdepan.com– Kegiatan hajatan di Krasakan, Lumbungrejo, Tempel, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu (8/2/2025) berbuah petaka. Ratusan orang menderita keracunan usai menyantap siomay di hajatan itu.

Dari pantauan medis, peserta hajatan tersebut mengalami mual hingga pusing hingga dilarikan ke fasilitas layanan kesehatan terdekat.

Hingga (10/2/2025) Senin siang, korban mencapai 151 orang dengan rincian menjalani rawat jalan 106 orang; opname 27 orang, obverbasi 14 orang, rujukan 4 orang.

Wakil Ketua DPRD Sleman Kunjungi Posko Keracunan

Wakil Ketua DPRD Sleman, Sukaptana pada Senin (10/2/2025) mengunjungi posko keracunan yang ada di Krasakan.

Ia menyampaikan terkait penanganan pasien, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Puskemas Tempel dan Dinas Kesehatan Sleman. Untuk pembiayaan nanti ditanggung oleh Dinas Kesehatan,” katanya.

Untuk pelayanan yang ada di Posko tersebut akan dibuka hingga kondisi pasien membaik. Pihaknya juga akan melakukan peninjauan kepada catering yang menyuplai makanan.

Sementara itu Plt Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Sleman, Dini Melani menyatakan  bahwa kejadian di Tempel tersebut merupakan Kejadian Luar Biasa (KLB).

Ia menyebut kepala Dinas Kesehatan telah meminta agar membuat Nota Dinas kepada Bupati Sleman.

“Dasar dari Nota Dinas tersebut yang nantinya akan ditindaklanjuti bahwa peristiwa tersebut masuk KLB, setelah surat keluar dari Bupati itu yang akan menjadi jaminan kesehatan bagi masyarakat yang keracunan dan dirawat di rumah sakit-rumah sakit tertentu,” katanya. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page