Sejumlah Supir Elf Pajampangan Gelar Aksi di Kantor Dishub Kabupaten Sukabumi, Ini Tuntutannya

Avatar of Redaksi
IMG 20250203 WA0066
Aksi damai sopir ELF Sukabumi. (M Idris Ardiansah/kabarterdepan.com)

Sukabumi, Kabarterdepan.com Sejumlah supir Elf Pajampangan mengelar aksi di kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Senin (3/2/2025).

Mereka membawa tuntutan agar Dishub menindak tegas Taksi atau travel gelap atau tidak berizin.

Pihak Dishub meminta perwakilan dari masa aksi masuk ke Aula untuk beraudiensi membahas apa yang menjadi tuntutan dari masa aksi.

Menurut Asep (43) dan Kakan (57), Sopir Elf asal Tegal Buleud mengungkapkan keluhannya kepada Kabarterdepan.com. mereka resah dengan keberadaan taksi gelap karena mengurangi pendapatan mereka.

“Keberadaan travel gelap sangat mengganggu menurut kami, karena berpengaruh pada pendapatan para supir Elf,” kata Asep.

Asep dan Kakan berharap pihak Dishub Sukabumi segera bertindak. Mereka mengkhawatirkan ada gesekan antar sopir.

“Ditakutkan akan terjadi bentrok antara supir Elf dan Supir travel gelap, maka dari itu pihak Dishub harus segera bertindak atas apa yang kami keluhkan,” Harap mereka

Sementara itu Ketua Yayasan Forum Silaturahmi Barisan Benteng Pajampangan (YFSBBP) H.Isep Dadang Sukmana yang sekaligus Pengurus Elf Pajampangan mewakili masa aksi mengungkapkan hasil dari audensi bersama pihak Dishub.

“Saya minta ambil tindakan kepada taksi gelap, terkecuali dilegalkan dengan kuota terbatas silahkan saja, bahkan dari pihak taksi gelap juga minta untuk dioperasi dari pemerintahan. Kalau biarkan terjadi bentrok, saling senggol ugal-ugalan yang akan merugikan penumpang, tapi dari pihak dishub meminta waktu satu minggu untuk melakukan tindakan,” kata Isep

Terpisah, Kabid Lalin Dishub Kabupaten Sukabumi Asep mengatakan, pihaknya sudah mengambil tindakan dengan menggelar operasi di pintu exit toll Parungkuda dan beberapa titik lainya. Namun tidak ada kepuasan deri pihak Elf.

“Sebenarnya kami sudah melakukan tindakan, tapi mungkin tidak ada kepuasan, kami tidak bisa memutuskan sendiri tentunya harus menunggu keputusan dari kepolisian untuk melaksanakan operasi, hasil dari audensi tadi kami meminta waktu seminggu untuk melakukan operasi dan sudah kami sampaikan ke Satlantas, kebetulan dari kepolisian nanti minggu akan melaksanakan operasi keselamatan kemungkinan akan bersamaan dengan kami,” tandasnya.

Jalannya aksi demo itu dikawal oleh ratusan pihak keamanan dari Kepolisian dan TNI, serta satpol PP.

Aksi tersebut berjalan lancar hingga selesai. (M Idris)

Responsive Images

You cannot copy content of this page