Global Village Winter 2025 di Universitas Brawijaya: Merayakan Keberagaman Budaya 

Avatar of Jurnalis: Doinuri
Global Village Winter 2025
Global Village Winter 2025 di Universitas Brawijaya. Sabtu, (1/2/2025). (Doi/kabarterdepan.com)

Kota Malang, Kabarterdepan.com – AIESEC in Universitas Brawijaya sukses menyelenggarakan Global Village Winter 2025, sebuah acara yang bertujuan untuk merayakan keberagaman budaya melalui pertunjukan seni, makanan khas, serta interaksi lintas budaya.

Acara ini resmi dibuka pada 1 Februari 2025 oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Setiawan Noerdajasakti, S.H., M.H., yang menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif ini.

Grace Octavia, selaku Organizing Committee Vice President of Program sekaligus ketua acara, menjelaskan bahwa Global Village menghadirkan peserta dari enam negara, yaitu India, Sri Lanka, Polandia, China, Mongolia, dan Filipina.

Para delegasi menampilkan berbagai aspek budaya mereka, seperti makanan khas, fakta menarik, hingga pertunjukan seni tradisional, termasuk tarian dan lagu-lagu daerah.

“Acara ini selaras dengan nilai-nilai AIESEC yang menjunjung tinggi keberagaman budaya. Kami telah mempersiapkan acara ini selama dua bulan, dan harapan kami ke depan adalah semakin banyak negara yang berpartisipasi, sehingga semakin beragam budaya yang diperkenalkan di Global Village mendatang,” ujar Grace.

Global Village Winter 2025 Pererat Hubungan

Sementara itu, Reza Natasha Aqshabilla selaku Organizing Committee President menegaskan bahwa Global Village bukan hanya sekadar perayaan budaya, tetapi juga pengalaman yang mempererat hubungan antarbangsa.

“Di dunia yang semakin terhubung, pemahaman budaya yang luas adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang inklusif dan harmonis. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta pertukaran, Departemen PMI Global Volunteers, serta panitia yang telah bekerja keras mewujudkan acara ini,” ungkapnya.

Dengan tema A Legacy of Culture, Patterns of Diversity, Global Village Winter 2025 berhasil menjadi ajang pembelajaran budaya yang inspiratif. Acara ini diharapkan dapat terus berkembang dan melibatkan lebih banyak negara di tahun-tahun mendatang. (doi)

Responsive Images

You cannot copy content of this page