
Mojokerto, Kabarterdepan.com – Pemerintah Kota Mojokerto mengambil langkah tegas menyusul insiden kecelakaan laut yang menimpa siswa SMPN 7 Kota Mojokerto di Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta, pada Selasa (28/1/2025).
Dalam temu media di Sabha Mandala Madya Pemkot Mojokerto, Kamis (30/1/2025), Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto, Moh Ali Kuncoro, menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pembatasan kegiatan outing class hingga evaluasi insiden tersebut selesai.
“Hari ini kami kembali akan mengumpulkan satuan pendidikan di wilayah Kota Mojokerto untuk memberikan persepsi yang sama terkait surat edaran yang sudah ditandatangani oleh Kepala Dinas, Bapak Ruby Hartoyo. Ini bukan pelarangan, tetapi pembatasan,” ujarnya.
Ali Kuncoro menjelaskan bahwa outing class pada dasarnya merupakan program yang baik dan memiliki nilai edukasi tinggi. Namun, ia menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh, terutama dalam hal pemilihan lokasi kegiatan.
“Kita melakukan pembatasan pengadaan kegiatan outing class sampai evaluasi kejadian itu tuntas kita lakukan. Karena outing class ini sebenarnya program yang baik, tidak ada yang salah dengan istilah outing class. Namun banyak hal yang harus kita evaluasi, termasuk soal fokus penentuan lokasi,” jelasnya.
Sebagai langkah pencegahan, Pj Wali Kota juga menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto untuk lebih selektif dalam memberikan izin outing class. Ia mengimbau agar kegiatan outing class lebih diarahkan ke destinasi yang memiliki unsur edukatif dengan risiko minimal.
“Saya perintahkan kepada Kepala Dinas Pendidikan agar betul-betul selektif dalam memberikan izin untuk pelaksanaan outing class. Diutamakan outing class seperti kunjungan ke perpustakaan, museum, situs Majapahit, atau wisata religi yang ada di Trowulan. Jadi, lebih kepada unsur edukasi yang minim risiko,” tegasnya.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian agar kejadian serupa tidak terulang. Pemkot Mojokerto berkomitmen untuk terus mengevaluasi kebijakan terkait kegiatan di luar sekolah demi keselamatan dan kesejahteraan para siswa. (Inggrid*)
