
Tokoh, Kabarterdepan.com – HokBen adalah salah satu restoran cepat saji bergaya Jepang yang paling populer di Indonesia. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa pemiliknya adalah seorang pengusaha asal Indonesia, Hendra Arifin. Dengan visi bisnis yang kuat, ia berhasil membawa HokBen menjadi jaringan restoran besar yang tersebar di berbagai kota di Tanah Air.
Perjalanan Awal Hendra Arifin
Hendra Arifin lahir di Yogyakarta pada 23 Maret 1965. Ia berasal dari keluarga sederhana, dengan ayahnya, Slamet Arifin, bekerja sebagai seorang guru, sementara ibunya, Sri Wahyuni, adalah seorang ibu rumah tangga.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Hendra melanjutkan studinya di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, dengan mengambil jurusan hukum. Namun, jalan hidupnya membawanya ke dunia bisnis, yang akhirnya membuatnya dikenal sebagai salah satu pengusaha sukses di bidang kuliner.
Sebelum merintis usaha sendiri, Hendra bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan multinasional. Namun, ia kemudian memutuskan untuk keluar dari zona nyaman dan mengejar impiannya di bidang bisnis makanan.
Membangun HokBen dari Nol
Pada tahun 1985, Hendra mendirikan PT Eka Bogainti, yang kemudian meluncurkan restoran cepat saji Hoka Hoka Bento. Gerai pertama HokBen dibuka di Tanah Abang, Jakarta Pusat, dengan konsep makanan Jepang yang praktis dan terjangkau.
Nama “Hoka-Hoka Bento” sendiri berasal dari bahasa Jepang yang berarti “bekal makanan yang masih hangat”. Konsep ini terinspirasi dari budaya Jepang yang sering membawa bekal makanan dalam kemasan praktis, yang dikenal sebagai bento.
Untuk memastikan kualitas dan keaslian cita rasa, Hendra berangkat ke Jepang untuk mempelajari sistem kerja restoran Jepang serta mengurus izin lisensi nama merek HokBen. Namun, penting untuk dicatat bahwa ia hanya membeli izin lisensi nama, bukan izin waralaba (franchise). Dengan demikian, HokBen tetap merupakan bisnis asli Indonesia dengan konsep makanan khas Jepang.
Strategi dan Ekspansi HokBen
Saat pertama kali berdiri, HokBen hanya melayani sistem take away. Namun, melihat perkembangan bisnisnya, restoran ini kemudian mulai menyediakan layanan dine-in agar pelanggan bisa menikmati makanan langsung di tempat.
Salah satu strategi layanan yang diterapkan Hendra adalah sistem pelayanan satu pelanggan satu pelayan. Dengan cara ini, setiap pelanggan mendapatkan perhatian penuh dari staf HokBen, sehingga kenyamanan mereka lebih terjamin.
Ekspansi HokBen pun berjalan pesat. Pada tahun 1990, HokBen membuka cabang pertamanya di Bandung. Kemudian, pada tahun 2005, HokBen hadir di Surabaya dan sekitarnya. Pada tahun 2010, jaringan restoran ini diperluas ke Bali, Jawa Tengah, serta Pulau Sumatera, khususnya di Lampung dan Medan.
Hingga Maret 2024, HokBen telah memiliki 387 gerai yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Menjaga Kualitas dengan Pabrik dan Distribusi Sendiri
Untuk memastikan kualitas dan standar makanan di semua gerai tetap terjaga, Hendra mendirikan pabrik pusat di Ciracas serta pabrik hub di Bogor, Yogyakarta, dan Surabaya. Pabrik-pabrik ini bertugas menyuplai bahan makanan ke semua cabang HokBen menggunakan armada distribusi sendiri.
Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen HokBen untuk selalu menghadirkan makanan berkualitas tinggi bagi konsumennya di seluruh Indonesia.
Kesuksesan Hendra Arifin
Meskipun HokBen telah berkembang pesat, sosok Hendra Arifin tetap jarang dikenal oleh masyarakat luas. Banyak orang bahkan mengira bahwa HokBen adalah merek asli Jepang yang membuka cabang di Indonesia, padahal restoran ini sepenuhnya dikelola oleh perusahaan Indonesia.
Keputusannya untuk berbisnis di bidang kuliner sempat mendapat tentangan dari keluarganya, yang menganggap dunia bisnis terlalu berisiko dibandingkan pekerjaan kantoran yang lebih stabil. Namun, tekad dan visinya membawa HokBen menjadi salah satu restoran cepat saji terbesar di Indonesia.
Pada tahun 2013, Hendra mengubah nama “Hoka-Hoka Bento” menjadi “HokBen”, karena masyarakat lebih sering menyebutnya dengan nama singkat tersebut.
Berdasarkan laporan US Department of Agriculture tahun 2023, total penjualan HokBen pada tahun 2021 mencapai USD 62,6 juta atau sekitar Rp 1,012 triliun.
Hendra Arifin adalah contoh nyata seorang pengusaha yang berani mengambil risiko demi mewujudkan impiannya. Dari sebuah gerai kecil di Tanah Abang, kini HokBen telah berkembang menjadi jaringan restoran besar yang terus berinovasi dan menjaga kualitasnya.
Keberhasilannya menunjukkan bahwa dengan kerja keras, strategi yang tepat, dan komitmen terhadap kualitas, bisnis kuliner bisa tumbuh menjadi brand yang kuat dan dicintai masyarakat. (Riris*)
