
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – 3 jenazah korban tenggelam siswa SMPN 7 Kota Mojokerto yang tenggelam di pantai Dringi, Gunungkidul, Yogyakarta tiba di rumah duka, Selasa (28/1/2025) malam.
Suasana haru menyelimuti kedatangan jenazah korban berinisial AAP warga Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto sekitar pukul 23.00 WIB.
Ayah kandung AAP, Mat Arif saat ditemui dirumah duka menuturkan telah mengikhlaskan kepergian anak laki-lakinya tersebut. Menurutnya, sempat terdapat beberapa kejanggalan saat dirinya bekerja sebelum mendengar buah hatinya menjadi korban laka laut tersebut.
“Sepeda saya bocor jam 04.30 subuh sampai lepas ban dalamnya,” katanya.
Ia pun menceritakan terakhir komunikasinya pada saat korban dalam perjalanan menuju Jogjakarta.
“Di dalam bis saya telefon video call duduk di tengah bis, anak saya pemalu,” pungkasnya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto, Moh Ali Kuncoro bersama Ketua DPRD Ery Purwanti dan Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel S Marunduri turut hadir untuk melayat dan memberikan dukungan moral kepada keluarga yang berduka.
Pj Wali Kota Mojokerto Moh Ali Kuncoro menyampaikan, belasungkawa mendalam atas musibah yang menimpa para korban. Ali Kuncoro mengajak semua pihak untuk mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisinya.
“Alhmdulillah korban laka laut yang meninggal dunia sudah tiba di Kota Mojokerto, dan masing-masing pihak kelurga sudah langsung memakamkan jenazahnya,” tuturnya.
Menurut Mas Pj, sapaan akrabnya, dari total 257 siswa yang ikut dalam rombongan, 13 siswa terseret gelombang laut selatan. Sebanyak 9 siswa berhasil selamat.
“3 siswa ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, dan 1 siswa masih dalam pencarian,” pungkasnya. (*)
