
Kota Mojokerto, kabar terdepan.com – Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili jatuh pada Rabu, 29 Januari 2025 menjadi tahun dengan shio Ular Kayu, membawa harapan baru bagi masyarakat Tionghoa.
Ketua Klenteng Boen Bio
Michael Agusta, Ketua Klenteng Boen Bio, Surabaya, menjelaskan bahwa ular dalam tradisi Tionghoa melambangkan kerajinan dan keberuntungan, jauh dari mitos-mitos negatif yang selama ini berkembang.
“Sebetulnya tahun ini adalah tahun yang baik sekali. Karena ular, bagi kami di Tionghoa, melambangkan rajin yang malam hari, bukan yang jahat seperti mitos-mitos. Hokinya juga banyak dari tahun ini,” ujar Michael, Senin (27/1/2025).
Michael menjelaskan bahwa perayaan Imlek bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga memiliki makna mendalam sebagai penyambutan musim semi. Ia menuturkan, musim semi menjadi simbol harapan setelah musim dingin.
“Untuk Imlek itu, sebetulnya penyambut datangnya musim semi, kalau di Cina. Setelah musim dingin, tidak ada nandur-nandur tanaman,” jelasnya.
“Menjelang musim semi ini, bunga mulai bermekaran, melambangkan harapan baik semua. Itu dirayakan dengan bagi-bagi angpao dan makan-makan bersama keluarga,” tambahnya.
Tahun 2025 juga diharapkan menjadi awal kebangkitan setelah pandemi Covid-19 yang melanda selama tiga tahun terakhir. Michael optimis ekonomi mulai pulih dan kehidupan masyarakat semakin membaik.
Dengan optimisme ini, shio Ular menjadi simbol kerajinan dan kebangkitan, membawa masyarakat Tionghoa menuju masa depan yang lebih cerah. (Steven/*)
