Pasar Induk Cepu Hangus Terbakar, Pedangang Ungkap Puluhan Kios Difungsikan Untuk Gudang

Avatar of Redaksi
Pasar Induk Cepu
JADI ARANG: Puluhan kios Pasar Induk Cepu Kabupaten Blora hangus terbakar pada Minggu (26/1/2025) pagi.(Masrikin/kabarterdepan.com

Blora, kabarterdepan.com – Peristiwa kebakaran terjadi di Pasar Induk Cepu Kabupaten Blora Provinsi Jawa Tengah telah menghanguskan 80 kios beserta isinya pada Minggu (26/1/2025) pagi.

Puluhan kios hangus berada di Blok D seluas 360 meter persegi itu sebagian difungsikan sebagai gudang. Sementara pedagang yang aktif hanya sekitar 10 orang.

Abdul Madin, salah satu pedangang grosir kosmetik yang menjadi korban kebakaran mengungkapkan jika mayoritas bangunan kios di Blok D difungsikan untuk gudang barang.

“Ada 80 kios disini (lokasi kebakaran). Tapi kan rata-rata gudang semua, penjual aktif di kios hanya sekitar sepuluh orang. Jadi di sini rata-rata gudang dan berisi barang semua,” katanya Minggu (26/1/2025) sore.

Pemadaman Pasar Induk Cepu

Menurutnya, kebakaran terjadi pada pukul 05.00 WIB, saat kondisi pasar sedang sepi. Empat mobil pemadam kebakaran dan beberapa bantuan seperti dari PPSDM, Pertamina, Damkar Bojonegoro turut serta dalam pemadaman api di lokasi.

“Proses pemadaman berlangsung hingga para pedagang pasar induk datang ke pasar sekitar pukul 08.00 WIB,” ujar dia.

Sementara, Kabid Perdagangan Dindakop UKM Blora Margo Yuwono kepada media mengatakan Insiden Kebakaran Pasar Induk Cepu membakar 80 titik los di Blok D. Diungkapkan los tersebut adalah bangunan lama yang terbuat dari kayu.

“Bangunan pasar yang terbakar adalah bangunan lama, yang telah berdiri sejak tahun 1988. Dimana bangunan tersebut didominasi kayu,” terangnya.

Dikatakan, luas bangunan tersebut mencapai 360 meter persegi yang mampu menampung 80 los. Berdasarkan data terdapat 52 titik los yang tidak aktif.

“Ada enam titik kios yang dipergunakan untuk gudang. “Saat ini yang masih aktif hanya 22 titik los,” jelasnya.

Meski tak ada korban jiwa, akibat kejadian tersebut, sebanyak 80 kios dan lapak pedagang pasar dilalap si jago merah. Sedangkan dugaan penyebab kebakaran akibat masih dalam pemyelidikan.

“Masih proses penghitungan (kerugian gedung pasar). Perkiraan sementara antara Rp 200 juta sampai dengan 250 juta,” ungkap Margo Yuwono melalui keterangan tertulisnya.

Lebih lanjut, Ia menyampaikan jika di Pasar Induk Cepu hanya memiliki 9 Alat Pemadam Api Ringan, sementara dari jumlah 62 total Apar, saat ini terbagi di 13 pasar yang ada di Kabupaten Blora.

Ia juga mengungkapkan hingga saat ini pengelola pasar atau Dindakop UKM Blora tidak ada cover asuransi terhadap penggunaan kios pasar tersebut.

“Asuransi menjadi pilihan masing-masing pedagang. Pengelola tidak menfasilitasi,” jelas Margo.

Margo mengaku saat ini sedang fokus relokasi dan pembersihan bekas kebakaran agar oprasional pasar tetap berjalan.

“Masih kita koordinasikan dengan semua pihak (kebijakan yang menjadi langkah Pemkab Blora selanjutnya),” tandasnya.

Di sisi lain, Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polda Jateng di jadwalkan akan menindaklanjuti penyabab kebarakan pasar induk Cepu. Hal itu diungkapkan oleh Kasatreskrim Polres Blora AKP Selamet, Minggu (26/1/2025).

“Besok (Senin(27/1)) Labfor akan kesini,” singkat AKP Selamet paska melakukan peninjauan di lokasi Kebakaran bersama tim Inafis Polres Blora.

Sementara, untuk temuan atau hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ia enggan menjawab dan meminta untuk menunggu hasil dari pemeriksaan Puslabfor.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Perdagangan. Diketahui, jika pasar induk Cepu sempat direvitalisasi menggunakan Dana Tugas Pembantuan Tahun Anggaran 2023.

Revitalisasi tersebut menghabiskan anggaran Rp 3 Miliar melalui penugasan peraturan Mentri perdagangan nomor 18 tahun 2023, dan diresmikan oleh Menteri Perdagangan saat itu Zulkifli Hasan pada Minggu (21/1/2024) atau tepat satu tahun yang lalu.

“Pasar Rakyat Cepu Induk dirancang dengan berpedoman pada Standar Nasional Indonesia (SNI) Pasar Rakyat yang menekankan pada aspek kebersihan, keamanan, dan kenyamanan pengunjung sehingga meningkatkan transaksi perdagangan,” tulis laman resmi Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.(Masrikin)

Responsive Images

You cannot copy content of this page