
Pasaman, Kabarterdepan.com – Sejak pertengahan 2024, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Saiyo Kabupaten Pasaman berhasil menarik perhatian publik melalui berbagai inovasi dan terobosan yang signifikan.
Respons cepat terhadap keluhan, peningkatan kualitas pelayanan, serta pendekatan persuasif kepada pelanggan menjadi kunci keberhasilan instansi ini, yang kini mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
Keberhasilan ini bahkan mendapat sorotan dalam rapat evaluasi bersama DPRD Pasaman, Senin (20/1/2025). Dalam rapat tersebut, Ketua Komisi II DPRD Pasaman, Dani Ismaya, menyampaikan apresiasi atas peningkatan kinerja PDAM Tirta Saiyo dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Kami berharap PDAM dapat mempertahankan capaian ini dan terus meningkatkan pelayanannya. Komisi II dari Fraksi PKS siap mendukung Perumda Tirta Saiyo dalam upayanya mencapai target yang lebih besar,” ujar Dani dalam rapat gabungan yang dihadiri Komisi I, II, dan III DPRD Pasaman di ruang sidang DPRD, Jalan Sudirman, Lubuk Sikaping.
Transformasi Layanan
Setelah dilantik pada 27 Agustus 2024, Direktur Utama PDAM Tirta Saiyo, Deddy Eka Putra, SE, memprioritaskan pembenahan kualitas pelayanan. Ia memastikan distribusi air berjalan 24 jam setiap hari, meningkatkan kualitas air, dan mengurangi piutang pelanggan melalui pendekatan persuasif langsung.
Menurut Deddy, pada awal jabatannya, piutang pelanggan mencapai Rp 12 miliar, yang terdiri dari piutang nonaktif sebesar Rp 4 miliar dan piutang aktif Rp 8 miliar. Berkat berbagai program strategis, piutang aktif berhasil ditekan menjadi Rp 7 miliar hanya dalam waktu empat bulan.
Untuk menarik pelanggan baru dan mengurangi tunggakan, PDAM meluncurkan sejumlah program promo pada Oktober–Desember 2024, seperti diskon 35% untuk pelanggan baru dan diskon 20% untuk pelunasan tunggakan. Program ini juga dilengkapi pemberian cinderamata sebagai bentuk apresiasi.
Rencana Besar Tahun 2025
PDAM Tirta Saiyo telah menyusun sejumlah rencana besar pada 2025 untuk memperluas jangkauan layanan. Salah satunya adalah pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di wilayah Sontang, Rao, dan Lubuk Sikaping.
Untuk wilayah Sontang, Kecamatan Padang Gelugur ada usulan pembangunan sumber air dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan total anggaran Rp 32,2 miliar melalui hibah Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Sementara di Lubuk Sikaping, Pembangunan sumber air baku dan jaringan pipa transmisi sepanjang 1,8 km dengan anggaran Rp 2 miliar.
Sedangkan di Rao, Penggantian pipa asbes yang sudah tidak layak dengan anggaran Rp 5,6 miliar dari hibah Kementerian PU.
“Kami berkomitmen untuk terus menjaga kualitas, kuantitas, dan kontinuitas (K3) agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Kabupaten Pasaman,” ungkap Deddy.
Keberhasilan ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Yulisman (43), warga Tanjung Alai, mengaku salut melihat Dirut PDAM beserta tim yang bekerja hingga larut malam, bahkan di tengah hujan, untuk memperbaiki pipa.
Hal serupa diungkapkan oleh Deni Anthony (41), warga Perumnas Benteng, Nagari Tanjung Baringin, yang sebelumnya kerap mengeluhkan air bercampur lumpur saat musim hujan. “Sekarang kualitas air jauh lebih baik. Kalaupun keruh saat hujan, hanya sebentar dan segera jernih kembali,” ujarnya.
Dengan berbagai inovasi dan terobosan ini, PDAM Tirta Saiyo terus menunjukkan komitmennya untuk melayani masyarakat Pasaman dengan lebih baik, sekaligus membangun kepercayaan yang selama ini sempat memudar. (Fajar Panomuan)
