DPUPR Kota Batu Pasang Drainase Baru, PKL Alun-alun Bahagia

Avatar of Jurnalis: Doinuri
Screenshot 2025 01 21 20 24 29 896 com.android.chrome edit
Drainase Baru di Jalan Kartini, mampu mengantisipasi banjir yang kerap merugikan PKL di Alun-alun. Selasa, (21/1/2025).

Kota Batu, Kabarterdepan.com – Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar Jalan Kartini hingga Alun-alun Kota Batu, sempat merugi akibat banjir yang terus menggenangi saat hujan deras turun.

Bahkan, panen pada liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) pada akhir 2024 lalu, mereka terpaksa gigit jari karena sepi pembeli.

Hal tersebut disebabkan area PKL berdagang hampir setiap hari digenangi banjir, sehingga wisatawan enggan berkunjung ke Alun-alun Kota Batu.

Namun kini, proyek pembangunan saluran drainase alternatif oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu telah berhasil mengatasi permasalahan luapan air yang kerap terjadi saat hujan deras.

Hal tersebut tentunya disambut bahagia oleh para Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar Jalan Kartini hingga Alun-alun Kota Batu, dan kini merasa lebih tenang.

Oki Honestian, salah satu koordinator PKL Pelaku Niaga Sipil (PNS), mengungkapkan bahwa pembangunan drainase tersebut membawa dampak besar bagi para pedagang.

“Alhamdulillah, sekarang sudah tidak ada lagi luapan air yang mengganggu. Air dari Jalan Kartini hingga area Toko Amal di depan Masjid An Nur kini bisa mengalir lancar,” ujarnya, Selasa (21/1/2025).

Mewakili para pedagang, Oki menyampaikan rasa terima kasih kepada DPUPR dan Penjabat (Pj) Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, atas langkah cepat yang diambil.

“Kami juga berkomitmen menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan agar drainase ini tetap berfungsi dengan baik,” tambahnya.

Sebelumnya, Pj Wali Kota Aries Agung Paewai bersama tim DPUPR turun langsung ke lokasi untuk menanggapi keluhan warga terkait luapan air di Jalan Kartini, terutama setelah hujan deras pada Selasa (14/1/2025).

Sebagai informasi, sebelumnya luapan air selalu menggenangi beberapa titik, seperti Alun-Alun Kota Batu dan Jalan Gajahmada yang digunakan para PKL berdagang.

Aries menjelaskan, bahwa penyebab utama masalah ini adalah saluran drainase yang tersumbat oleh sampah.

“Kami langsung membersihkan area tersebut dan membangun saluran bypass agar kapasitas drainase lebih optimal,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau masyarakat dan pedagang untuk meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan.

“Pembuangan sampah sembarangan akan berdampak pada tersumbatnya saluran. Jika dibiarkan, masyarakat sendiri yang akan merasakan akibatnya,” kata Aries.

Kepala DPUPR Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menyatakan bahwa pihaknya bergerak cepat dengan mengerahkan tim untuk membersihkan saluran drainase di Jalan Kartini.

“Kami menemukan banyak sampah besar, seperti ban bekas, meja rusak, dan triplek, yang menyumbat saluran,” jelasnya.

Saluran utama di kawasan tersebut memiliki dimensi 120 cm x 80 cm. Salah satu saluran tidak berfungsi maksimal karena kapasitasnya terbatas dan adanya sumbatan.

Untuk itu, DPUPR membuat jalur penghubung antar-saluran agar debit air dapat terbagi dengan merata.

“Kami pastikan pekerjaan selesai sebelum PKL kembali beraktivitas. Anggaran untuk perbaikan ini bersumber dari dana rutin perawatan,” ujar Alfi.

Ia menegaskan pentingnya kerja sama masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran air.

“Kita harus saling mendukung agar masalah ini tidak terulang. Dengan sinergi antara pemerintah dan warga, kami optimis luapan air dapat diminimalkan,” pungkasnya. (doi)

Responsive Images

You cannot copy content of this page