Fakta Menarik di Balik Robohnya Pagar Pasar Hewan Sumberlawang Sragen

Avatar of Redaksi
Screenshot 20250121 130912
BERCAMPUR SAMPAH : Kapolsek Sumberlawang AKP Sudarmaji menunjukan sampah dibawah lantai beton pasar hewan Sumberlawang, Selasa (20/1/2025) siang.(Masrikin/kabarterdepan.com)

Sragen, kabarterdepan.com – Fakta menarik di balik robohnya pagar pasar hewan Sumberlawang Kabupaten Sragen yang terjadi pada Senin (20/1/2025) sore sedang menyita perhatian publik.

Ragam komentar dari warga masyarakat setempat mewarnai tragedi robohnya bangunan megah pagar setinggi 2 meter yang mengelilingi pasar hewan tersebut.

Suwardi (42 ) warga Dusun Nganti, Desa Ngandul Kecamatan Sumberlawang saat berbincang dengan kabarterdepan.com mengatakan jika peristiwa robohnya pagar terjadi pada Senin (20/1/2024) sekira pukul 15.30 WIB.

“Awalnya terjadi hujan deras, jam 15.00 WIB pagar tembok mengalami keretakan, setelah itu jam 15.30 WIB tembok ambrol,” ungkap Wardi, Selasa (21/1/2025)

Dikatakan, kejadian robohnya pagar tembok pasar menyebabkan getaran hebat di rumah pemukiman warga seputar lokasi kejadian dan menyebabkan genangan air di depan rumah warga setempat.

“Saat pagar roboh getarannya cukup besar, gelombang air sempat masuk kedalam rumah,” tuturnya.

Sementara, Yani warga setempat lainnya mengatakan, pagar pasar hewan baru selesai dibangun tahun 2024. Namun belum genap setahun sudah ambrol.

“Pembangunan pagar pasar kurang lebih selesai dikerjakan satu tahun yang lalu, pokoknya tahun 2024,” ujarnya.

Wanita yang kesehariannya sebagai pedagang makanan siap saji di pasar hewan itu juga mengatakan, jika lahan awal seputar pagar yang ambrol merupakan lahan bekas pembuangan sampah pasar setempat.

“Iya, dulunya sebelum dibangun pagar bawahnya adalah tempat pembuangan sampah,” katanya.

Sementara, Dodik ketua RT 08 setempat membenarkan jika lokasi pagar sebelah barat pasar dulunya merupakan tempat pembuangan sampah, Ia juga menilai jika pembangunan pondasi pagar tidak ada serapan atau sulingan yang terpasang

“Di pondasi pagar tidak ada sulingan yang terpasang, padahal itu penting sebagai resapan air,” bebernya.

“Padahal saat ini musim penghujan sehingga serapan air tidak maksimal yang menyebabkan tanah bawah pagar menjadi gembur sehingga berpengaruh pada kekuatan pagar, lalu kemudian pagar roboh,” imbuhnya.

Sentara, dari pantauan kabarterdepan.com dilapangan, puing reruntuhan tembok pagar pasar kurang lebih sekitar 50 meter tersebut nampak hancur tak beraturan. Posisi pagar ambruk menjorok keluar hingga memenuhi drainase yang terletak disamping pagar.

Selain itu, di lokasi kejadian juga nampak bagian bawah lantai beton pasar ternak Sumberlawang terdapat bekas sampah yang berserakan bercampur material tanah urug dilokasi tersebut

Sebagai tambahan informasi, kondisi bekas sampah dibawah lantai beton, diseputar pagar pasar hewan Sumberlawang yang ambrol sempat juga menjadi perhatian jajaran kepolisian setempat.

Kapolsek Sumberlawang AKP Sudarmaji juga terpantau sedang menunjukan bekas sampah yang bercampur matrial tanah urug kepada media yang hadir dilokasi kejadian. (Masrikin).

Responsive Images

You cannot copy content of this page